Harmin mengatakan untuk mengukur seberapa besar tingkat tercemarnya, ditentukan dengan nilai Total Petroleum Hydrocarbon (TPH).
Sampel air laut tercemar yang diambil dari perairan Madura didapatkan nilai TPH sebesar 2.600-3.000 mg/L, sementara nilai TPH untuk lingkungan yang baik adalah 1.000 mg/L atau di bawah 1 persen.
“Berarti air laut di kawasan tersebut sudah sangat tercemar,” kata Harmin seperti dikutip dari Its.ac.id.
Biodegradasi pada penelitian dengan memanfaatkan bakteri Bacillus subtilis dan Pseudomonas putida.
Metode Bertahap
Menurut Harmin penelitian ini menggunakan metode bertahap. Metode ini kombinasi penambahan dari dua bakteri.
Sebagai contoh, kombinasi tersebut menggunakan bakteri Pseudomonas putida untuk bekerja menguraikan sampel terlebih dahulu, kemudian ditambahkan dengan bakteri Bacillus subtilis.
Tujuan menggunakan metode ini ialah untuk mengetahui tingkat efektivitas bakteri dalam menguraikan senyawa kimia polutan dengan kadar yang tinggi.
Terbukti dalam pengujian laboratorium selama 35 hari, sampel polutan sudah terurai sebanyak 66 persen.
“Kombinasi tersebut memiliki efektivitas lebih tinggi dalam mengurai bakteri,” katanya.
Selain itu, Harmin menjelaskan bahwa selain faktor jenis bakteri yang efektif dimanfaatkan untuk menguraikan polutan, juga terdapat tambahan nutrisi sebagai makanan tambahan untuk bakteri.





Komentar tentang post