Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Terumbu Karang di Samudra Hindia Barat Berisiko Runtuh

redaksi
8 Maret 2022
Kategori : Berita, Konservasi
0
Terumbu Karang di Samudra Hindia Barat Berisiko Runtuh

Terumbu karang di Seychelles, Samudra Hindia Barat. FOTO: IUCN.ORG

Darilaut – Dalam lima dekade mendatang, semua terumbu karang yang berada di Samudra Hindia Barat berisiko tinggi runtuh.

Ancaman utama runtuhnya terumbu karang ini karena pemanasan laut dan penangkapan ikan yang berlebihan.

Hasil Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Sustainability, terumbu karang di sepuluh negara di Samudra Hindia Barat yang dibagi menjadi 11 sub-wilayah, dan dinilai menggunakan kriteria Daftar Merah Ekosistem International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Kerangka kerja yang dikembangkan IUCN ini menilai seberapa dekat ekosistem dengan kehancuran. Terumbu karang di semua sub-kawasan ditemukan memiliki risiko tinggi keruntuhan ekosistem dan kerusakan permanen.

Direktur Coastal Oceans Research and Development in the Indian Ocean (CORDIO East Africa) dan Ketua IUCN SSC Corals Specialist Group, Dr David Obura, mengatakan, penilaian ini menegaskan kembali urgensi krisis iklim dan keanekaragaman hayati yang saling terkait yang ditangani oleh COP26 bulan lalu di Glasgow, dan COP15 dalam beberapa bulan di Kunming.

“Kita perlu mengambil tindakan tegas untuk mengatasi ancaman global terhadap karang akibat perubahan iklim, dan ancaman lokal, seperti penangkapan ikan yang berlebihan,” kata David Obura yang juga penulis utama, seperti dikutip dari siaran pers Iucn.org.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: IUCNPemanasan GlobalPemanasan LautPerubahan IklimSamudra HindiaTerumbu Karang
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Upaya Konservasi Hiu Belimbing di Australia dan Indonesia

Next Post

Peneliti ITS Temukan Bakteri Pengurai Polusi Minyak Bumi di Laut

Postingan Terkait

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

2 November 2026
Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Next Post
Kecelakaan Laut Berakibat Tumpahan Minyak yang Dapat Mencemari Lingkungan

Peneliti ITS Temukan Bakteri Pengurai Polusi Minyak Bumi di Laut

Komentar tentang post

TERBARU

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

ISKINDO: Jawa Timur Pusat Industri Maritim

Kapal Ferry Terbakar di Filipina, 29 Orang Tewas

Babirusa, Babi Seperti Rusa Atau Sebaliknya

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Laik Udara Sebelum Terbang

Tiga Orang Meninggal Dunia Karena Tanah Longsor di Kota Sorong

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.