Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

Peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Yowan Tamu dan tim. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Yowan Tamu mendorong tata Kelola layanan Kesehatan seperti di Puskesmas di Provinsi Gorontalo, menuju net zero emission (emisi nol bersih).

Prof. Yowan, salah satu salah satu peneliti Partnership for Australia – Indonesia Research (PAIR) menjelaskan penelitian tersebut berfokus pada pengembangan kebijakan dan instrumen tata kelola yang memungkinkan sistem layanan kesehatan primer di Indonesia bertransisi menuju net zero emission.

“Kami berupaya membangun kerangka regulasi yang berbasis bukti dan praktis untuk diterapkan di tingkat puskesmas, khususnya di Gorontalo dan Sulawesi Utara,” ujar Prof. Yowan yang membawakan materi ”Green Health: Community Health Center Net Zero Transition Regulatory Framework” di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, pada Senin (19/5),

“Dampak yang kami harapkan bukan hanya bersifat akademik, tetapi juga berorientasi pada kebijakan dan relevan secara langsung dalam memperkuat tata kelola Kesehatan.”

Penelitian ini ditargetkan menghasilkan sejumlah dampak strategis, di antaranya rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk transisi net zero pada layanan kesehatan primer, dan kerangka insentif bagi dekarbonisasi fasilitas kesehatan.

Selain itu, model regulasi yang dapat diadopsi otoritas kesehatan provinsi maupun nasional, hingga pendekatan antropologis agar regulasi yang disusun sesuai dengan konteks budaya dan kondisi lokal masyarakat.

Prof. Yowan menjelaskan bahwa riset tersebut berlangsung selama dua tahun dan telah dimulai sejak Agustus 2025. Penelitian ini merupakan kolaborasi sejumlah universitas dari Australia dan Indonesia dengan University of Melbourne sebagai AU Lead.

Sementara itu, mitra dari Indonesia terdiri atas Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Gorontalo melalui keterlibatan Prof. Yowan Tamu sebagai partner investigator dengan pendekatan socio-anthropological lens, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sam Ratulangi.

Prof. Yowan menegaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi tata kelola kesehatan di daerah.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini juga melibatkan berbagai impact partners, di antaranya Bappeda Provinsi Gorontalo yang berperan dalam integrasi hasil penelitian ke dalam RPJMD dan perencanaan sektoral. Selain itu, Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten turut dilibatkan dalam pemetaan regulasi serta adopsi kebijakan.

Sejumlah puskesmas terpilih juga menjadi lokasi pelaksanaan wawancara, focus group discussion (FGD), dan survei yang melibatkan sekitar 50 responden. Keterlibatan organisasi perangkat daerah lintas sektor juga dilakukan untuk memperkuat koordinasi terkait mandat net zero di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath. Dalam kesempatan itu, Gita menyampaikan harapannya agar hasil penelitian kolaboratif tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga hasil penelitian ini bisa diterjemahkan menjadi dampak nyata,” ujarnya.

Exit mobile version