Prof. Yowan menjelaskan bahwa riset tersebut berlangsung selama dua tahun dan telah dimulai sejak Agustus 2025. Penelitian ini merupakan kolaborasi sejumlah universitas dari Australia dan Indonesia dengan University of Melbourne sebagai AU Lead.
Sementara itu, mitra dari Indonesia terdiri atas Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Gorontalo melalui keterlibatan Prof. Yowan Tamu sebagai partner investigator dengan pendekatan socio-anthropological lens, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sam Ratulangi.
Prof. Yowan menegaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi tata kelola kesehatan di daerah.
Dalam pelaksanaannya, penelitian ini juga melibatkan berbagai impact partners, di antaranya Bappeda Provinsi Gorontalo yang berperan dalam integrasi hasil penelitian ke dalam RPJMD dan perencanaan sektoral. Selain itu, Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten turut dilibatkan dalam pemetaan regulasi serta adopsi kebijakan.
Sejumlah puskesmas terpilih juga menjadi lokasi pelaksanaan wawancara, focus group discussion (FGD), dan survei yang melibatkan sekitar 50 responden. Keterlibatan organisasi perangkat daerah lintas sektor juga dilakukan untuk memperkuat koordinasi terkait mandat net zero di daerah.




