Pengungsi Gempa Sumatra Barat 13 Ribu Orang, 4 Korban Dalam Pencarian

Rumah yang rusak akibat gempabumi magnitudo 6,1 di Sumatra Barat pada Jumat (25/2) pagi. FOTO: BPBD Sumatra Barat/BNPB

Darilaut – Pengungsi gempabumi magnitudo 6,1 di Sumatra Barat bertambah menjadi 13 ribu orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemenuhan hak dan kebutuhan para pengungsi tersebut menjadi prioritas.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan agar tim gabungan fokus untuk melakukan pencarian 4 orang hilang korban.

Tim gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap 4 orang yang masih dinyatakan hilang di Kabupaten Pasaman.

“Fokus utama penanganan yaitu pencarian 4 orang hilang, pendataan kerusakan dan yang terpenting memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” kata Suharyanto, Minggu (27/2).

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa 11 orang. Sebanyak 5 orang korban meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat dan 6 di Kabupaten Pasaman.

Data sementara yang berhasil dihimpun meliputi korban luka berat 42 orang, luka ringan 346, hilang 4 orang dan warga yang mengungsi kurang lebih 13 ribu jiwa.

Gempa mengakibatkan 103 unit rumah rusak berat, 5 unit rusak sedang, dan 1.307 unit rusak ringan.

Selain itu, 3 unit fasilitas pendidikan rusak berat, 2 rumah ibadah rusak, 1 bangunan fasilitas umum rusak, termasuk beberapa bangunan pemerintah.

Di Bukit Lintang Nagari dilaporkan mengalami longsor dan upaya pembersihan material dan pencarian, serta pertolongan menjadi fokus utama yang dilakukan tim gabungan.

Gempabumi yang terjadi Jumat (25/2) di Sumatera Barat berpusat di 0,14 derajat LU dan 99,94 derajat BT pada kedalaman 10 kilometer.
Parameter gempa tercatat berada pada 17 km timur laut Pasaman Barat, Sumatra Barat.

Kekuatan gempa yang dihitung dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menyebutkan wilayah Pasaman pada V MMI, Agam, Bukit Tinggi dan Padang Panjang IV MMI, Padang, Payahkumbuh, Aek Godang dan Gunung Sitoli III MMI, Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan dan Rangkinang II MMI.

Exit mobile version