Darilaut – Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia dihadapkan pada tantangan serius setelah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat hingga sekitar 30 persen tahun depan. Kondisi ini menuntut daerah untuk mampu menggali potensi ekonomi internal dan membangun kemandirian fiskal. Salah satu sektor yang dianggap paling strategis untuk menjawab tantangan tersebut adalah sektor pariwisata, khususnya pariwisata berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Dalam Seminar Nasional bertema “Membangun Daya Saing dan Kemandirian Daerah melalui Pariwisata Berkelanjutan” yang digelar secara hybrid di Lombok Tengah, NTB, pada Rabu (12/11), Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri (PRPDN) BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata perlu didukung oleh ekonomi kreatif, UMKM lokal, serta peningkatan tenaga kerja daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci dalam meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Daerah perlu membangun daya saing yang adaptif dan kreatif agar mampu mandiri secara fiskal dalam situasi pengurangan anggaran,” ujar Mardyanto.




