Perairan Boalemo Dapat Menjadi Destinasi Baru Hiu Paus di Gorontalo

Kemunculan hiu paus di perairan Boalemo, Teluk Tomini, Gorontalo. FOTO : ALPIAN KATILI

Darilaut – Dalam setahun terakhir, sejumlah nelayan beberapa kali merekam kemunculan hiu paus di perairan Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Akhir tahun 2023, ikan terbesar dengan nama ilmiah Rhincodon typus terlihat di Pasir Panjang Desa Olibu mengarah ke Bubaa, Paguyaman Pantai, kawasan Teluk Tomini.

Di bulan Maret tahun 2024, hiu paus tiga kali terekam nelayan bagan. Awal kemunculan hiu paus tersebut berada di bawah temaran lampu perahu bagan nelayan Tilamuta.

Saat itu nelayan sedang menangkap ikan di perairan Dulupi tanggal 7 malam di bulan Maret.

Selanjutnya, kemunculan ke-2 terjadi pada tanggal 10 Maret di pulau Monduli, Kecamatan Botumoito. Hiu Paus tersebut terlihat nelayan yang sedang memancing ikan.

Kemunculan ke-3, tanggal 20 Maret 2024. Hiu paus ini terlihat di perairan antara pulau Lahengo  dan Pantai Ratu.

“Hiu paus membawa berkah besar bagi para nelayan di Kabupaten Boalemo,” kata Roy Syawal, nelayan Tilamuta yang juga Ketua Pokmaswas Sahabat Bahari Tilamuta Boalemo, Minggu (24/3).

Menurut Roy, kemunculan hiu paus ini, membawa berkah besar bagi para nelayan perahu bagan dan nelayan pancing ikan dasar.

Sebab, kata Roy, ketika hiu paus muncul di perairan Boalemo, pasti akan diikuti oleh ikan-ikan kecil lainnya.

Namun, Roy belum memiliki kalender kemunculan hiu paus ini di perairan Boalemo.

Peneliti Kelautan dan Wisata Bahari, Gusnar Lubis Ismail, mengatakan, semakin ramah masyarakat setempat dan nelayan menjaga kelestarian lingkungan biota laut yang langka dan dilindungi, maka tidak menutup kemungkinan lokasi-lokasi kemunculannya akan terus didatangi hiu paus.

Hal ini, menurut Gusnar, dapat dikembangkan lagi menjadi destinasi wisata minat khusus hiu paus yang baru di Gorontalo.

”Ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir Boalemo,” kata Gusnar yang juga alumni magister Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Gusnar berharap  agar Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) dan pemerintah daerah terus memperkenalkan kepada masyarakat pesisir dan nelayan untuk menjaga dan melestarikan hiu paus yang muncul dan bermigrasi di perairan tersebut.

”Termasuk biota laut yang dilindungi lainnya seperti penyu, lumba-lumba, dugong, paus, dan lain-lain,” ujarnya.  (Sulis Dwi Fadjar Baeda)

Exit mobile version