Prof. Eduart menjelaskan bahwa para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia menyatakan tekad untuk menjadi bagian integral pembangunan bangsa melalui peran aktif dalam pengentasan kemiskinan.
Deklarasi ini dilandasi semangat gotong royong, tanggung jawab akademik, dan moral kebangsaan, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 serta MoU kerjasama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat dengan FRI dan MRPTNI.
Pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat sipil untuk membentuk ekosistem pemberdayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis data. Nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan kemandirian masyarakat juga diinternalisasikan ke dalam setiap program pengabdian, kata Rektor UNG.
Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan pentingnya kolaborasi luar biasa untuk menghapus kemiskinan.
“Kemiskinan harus kita tuntaskan menjadi nol persen pada tahun 2026. Karena itu, kolaborasi pengentasan kemiskinan, khususnya di pedesaan adalah pekerjaan serius, membutuhkan peran semua pihak secara extraordinary,” ujarnya.
“Untuk mengatasi semua itu tentu perlu tumpuan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya berharap, baik FRI maupun MRPTNI menjadi bagian utama yang mendorong percepatan pemberdayaan masyarakat.”




