Sebelumnya, Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan secara khusus melakukan pemantauan kondisi dinamika atmosfer yang dapat berpotensi menjadi siklon tropis dan berdampak pada kondisi cuaca di sekitar wilayah Indonesia.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto berdasarkan analisis Rabu 23 Februari, terpantau adanya pola sirkulasi angin yang dipicu oleh daerah pola tekanan rendah di sekitar Laut Timor sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca Himawari-8, di wilayah sekitar sistem sirkulasi tersebut terlihat adanya pumpunan awan konvektif yang telah bertahan selama 12 jam terakhir namun belum terorganisir dengan baik membentuk sistem dengan pola sirkular.
Hasil analisis angin per lapisan menunjukkan adanya pola sirkulasi pada lapisan bawah hingga menengah namun masih cukup melebar.
Sementara di Samudra Hindia, siklon tropis Vernon berada pada jarak sekitar 1320 km sebelah barat daya Bengkulu. Arah gerak menjauhi wilayah Indonesia, dengan kecepatan angin maksimum 40 knots (75 km/jam).
Prediksi 24 jam, pada Sabtu (26/2) posisi siklon tropis Vernon sekitar 1510 km sebelah barat daya Bengkulu. Dengan arah gerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum: 50 knots (95 km/jam).





Komentar tentang post