Untuk mengatasi kerentanan ini, penilaian tersebut merekomendasikan peralihan menuju sistem peringatan dini yang terintegrasi, mencakup berbagai jenis bahaya (multi-hazard), dan berbasis pada dampak.
Prioritas mendesak yang perlu dilakukan meliputi:
• Memperluas pemantauan hidrologi dan mengintegrasikan data sensor ke dalam satu platform terpadu;
• Menetapkan protokol pemicu (trigger protocols) standar yang terhubung langsung dengan rencana kontinjensi lokal;
• Memodernisasi penyampaian peringatan melalui berbagai saluran untuk memastikan notifikasi sampai kepada masyarakat rentan secara tepat waktu.
Dalam jangka menengah hingga panjang, langkah-langkah ini perlu didukung oleh penguatan kapasitas kelembagaan dan teknis, integrasi informasi risiko bencana ke dalam perencanaan infrastruktur dan tata ruang, serta peningkatan kerja sama dan pertukaran informasi antar-daerah aliran sungai—termasuk pertukaran informasi hidrologi lintas batas dengan Tiongkok, khususnya terkait kondisi di hulu dan operasional waduk.
Membangun Landasan
Pada tanggal 27 Agustus 2026, UNESCO Vietnam dan IMHEMS menyelenggarakan lokakarya konsultasi nasional di Hanoi. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Cao Bang, kalangan akademisi, serta para pakar di bidang hidrometeorologi, manajemen risiko bencana, dan sistem peringatan dini.




