Darilaut – Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Celeste Saulo, mengatakan, kita memang tidak bisa menghentikan El Niño, tetapi kita bisa mencegah banyak dampak terburuknya terhadap manusia.
”Mari kita bersatu dan memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal,” kata Celeste Saulo Celeste Saulo, dalam konferensi pers bersama Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, pada Rabu 21 Oktober.
WMO pada Rabu 21 Oktober meluncurkan prakiraan iklim musiman terbaru yang mengindikasikan bahwa peristiwa El Niño saat ini bisa mencapai kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan menurut WMO melampaui skala pemantauan yang telah digunakan selama empat dekade terakhir.
Berikut ini prakiraan terbaru WMO:
Asia Tenggara: Kondisi yang lebih hangat dan kurangnya curah hujan meningkatkan risiko paparan panas serta memberikan tekanan tambahan pada sektor pertanian dan pasokan air—seperti meningkatnya risiko kebakaran hutan dan kabut asap yang sudah mulai terlihat saat ini.
Afrika Timur: Kondisi yang lebih basah dari biasanya kemungkinan besar akan terjadi di beberapa wilayah selama musim hujan bulan Oktober–Desember, yang meningkatkan kekhawatiran akan curah hujan tinggi dan banjir.
Afrika Bagian Selatan: Meningkatnya risiko kondisi yang lebih kering dapat berdampak pada produksi tanaman pangan, ketersediaan air, dan mata pencaharian mulai bulan November (yang biasanya merupakan awal musim hujan).




