Darilaut – Fenomena El Niño akan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun 2026, namun dampaknya akan terus terasa jauh setelah itu. Bersiap menghadapi puncak El Niño untuk mencegah dampak terburuk terhadap manusia.
Peristiwa El Niño berpotensi membawa dampak kehancuran. Badan-badan PBB membantu negara-negara untuk mengintegrasikan upaya pengurangan risiko bencana ke dalam aspek hunian dan kesiapsiagaan sejak awal, alih-alih hanya bereaksi setelah bencana terjadi.
Berikut beberapa contohnya:
Chili: Perubahan pola curah hujan telah memicu banjir mematikan di sejumlah wilayah. Di wilayah Antofagasta bagian utara, Program Pembangunan PBB (UNDP) membantu membangun penghalang masif untuk menahan terjangan lumpur dan puing-puing.
Madagaskar: Menghadapi siklon yang kerap berulang, klaster hunian nasional tengah menyusun strategi yang mencakup rencana aksi kemanusiaan lima tahun, dengan proyek percontohan yang telah berjalan sejak awal 2025 di wilayah Atsimo Andrefana dan Androy.
Nigeria: Meski terdapat pemotongan bantuan, Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) bersama Global Shelter Cluster mempertemukan pemerintah serta mitra di bidang kemanusiaan dan lingkungan pada Juni 2025. Pertemuan ini bertujuan merancang peta jalan untuk hunian yang lebih aman di wilayah-wilayah yang terdampak konflik dan guncangan iklim.




