Perluasan Kawasan Konservasi Laut Untuk Memastikan Keberlanjutan Ekosistem

Kawasan Konservasi Laut

Ekosistem terumbu karang. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Perluasan kawasan konservasi penting dilakukan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem laut dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat pesisir.

Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggalang dukungan internasional untuk mewujudkan perluasan kawasan konservasi laut seluas 97,5 juta hektare (ha) atau setera 30% luas laut perairan Indonesia pada tahun 2045.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP Firdaus Agung, mengatakan, pencapaian luas 30% kawasan konservasi pada tahun 2045 secara potensial akan melindungi ekosistem laut seluas 58 ribu ha padang lamun, 211 ribu ha mangrove, 1,2 juta ha terumbu karang.

Selain itu, menurut Firdaus, 30% spawning area dan  menyimpan karbon 188 juta tCO2eq serta melindungi aset sumber daya laut sebesar US$22 miliar per tahun.

Firdaus menyampaikan hal ini saat menghadiri Our Ocean Conference (OOC) ke-9 yang diselenggarakan di Athena, Yunani pada pertengahan April 2024.

Kegiatan ini dengan tema Our Ocean: An Ocean of Potential. Acara internasional itu dihadiri perwakilan negara, NGO dan donor internasional.

Dalam Side Event OOC dan Dinner Reception, Firdaus menjelaskan target penambahan luas kawasan konservasi 97,5 juta ha atau 30% luas perairan Indonesia pada tahun 2045 dengan memperluas kawasan konservasi eksisting, membentuk kawasan konservasi baru serta peluang untuk membentuk Large-Scale Marine Protected Areas (LSMPAs).

Our Ocean Conference (OOC) sendiri merupakan forum global untuk menyelaraskan agenda kerja sama kelautan melalui peluang dan mobilisasi sumber daya manusia, pendanaan, kompetensi dan lainnya, pencapaian kesehatan laut yang positif dan komitmen terhadap isu-isu penting kelautan.

Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan OOC ke-5 tahun 2018 di Bali.

Dalam OOC ke-9, pembahasan/diskusi fokus pada 6 area bidang aksi utama, yaitu: climate change, biodiversity loss/marine protected areas, sustainable fisheries, sustainable blue economy, marine security dan marine pollution.

Firdaus mengatakan ekosistem laut sangat penting dalam mendukung mata pencaharian lokal dan perekonomian nasional yang kuat, khususnya sektor perikanan dan pariwisata.

Namun terdapat beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia, antara lain, kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebihan. Kemudian, pembangunan pesisir dan pencemaran laut yang mengancam keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta membahayakan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sejak tahun 2017, Indonesia telah menyampaikan 60 komitmen dengan status 51 komitmen telah selesai 100% dan 9 (sembilan) sisanya sedang dalam tahap penyelesaian. Dalam OOC ke-9 ini, Indonesia mendeklarasikan 7 (tujuh) komitmen baru dimana 6 komitmen diusulkan oleh KKP dan 1 komitmen oleh Bappenas.

Exit mobile version