Darilaut – Perkembangan Internet of Things (IoT) semakin masif dan diprediksi menjadi salah satu fondasi teknologi digital masa depan. Dalam Webinar PRMC #07, Peneliti BRIN dan akademisi Telkom University mengungkap berbagai tantangan keamanan yang menyertai pertumbuhan itu, termasuk ancaman terhadap sinyal GPS yang menjadi bagian penting ekosistem IoT.
Ketua Prodi Magister Sistem Informasi Telkom University, Muharman Lubis, memaparkan bahwa kini terdapat lebih dari 55 miliar perangkat IoT aktif di seluruh dunia.
“Perkembangannya sangat signifikan. Semua sektor industri, rumah tangga, kesehatan, hingga transportasi sudah menggunakan IoT,” ujar Muharman.
Namun, kemajuan ini dibarengi dengan lonjakan besar serangan siber. Menurut Muharman, pada 2020-2021 tercatat lebih dari 1,5 miliar serangan terhadap perangkat IoT.
“Kalau dulu strategi keamanan adalah menghindari perhatian, sekarang setiap perangkat yang terhubung pasti menjadi target serangan.”
Ia menyebut sejumlah celah keamanan yang kerap terjadi, seperti penggunaan kata sandi default oleh produsen perangkat, kurangnya pembaruan sistem, serta autentikasi yang lemah.
“Inilah yang dimanfaatkan oleh peretas. Malware seperti Mirai memindai perangkat dengan password lemah untuk mengambil alih kontrol.”
Di sisi lain, GPS sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem IoT juga menghadapi tantangan serius. Peneliti BRIN, Slamet Supriyadi, dalam sesi yang sama menjelaskan bahwa sinyal GPS rawan mengalami gangguan seperti interferensi, multipath, jamming, hingga spoofing.
“Sinyalnya sangat jauh dan lemah, sehingga mudah terganggu,” kata Slamet.
Gangguan tersebut dapat membuat posisi yang terbaca melenceng atau bahkan hilang, yang berpotensi mengganggu sistem IoT seperti kendaraan otonom, pemetaan, logistik, dan perangkat mobile.
Muharman menegaskan perlunya membangun ketangguhan keamanan digital.
“Era sekarang bukan hanya soal defense, tetapi resilience. Perangkat harus tangguh karena serangan akan terus terjadi.”
Webinar ini menekankan bahwa pertumbuhan IoT harus dibarengi dengan kesiapan sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data, perangkat, dan infrastruktur digital.
