Perubahan Iklim Memicu Rekor Tertinggi Suhu Pemukaan Laut Eropa

Anomali (penyimpangan dari kondisi normal) suhu permukaan laut bulan Juli 2026 di sekitar Eropa dibandingkan dengan rata-rata klimatologis bulan Juli periode 1990-2020. Data: OISST NOAA. GAMBAR: WWA

Darilaut – World Weather Attribution (WWA) melakukan analisis suhu permukaan laut atau sea surface temperatures (SST) di Eropa. Perubahan iklim memicu suhu laut Eropa mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan dampak parah bagi kehidupan laut

Bulan Juli 2026 mencatat suhu permukaan laut tertinggi yang pernah ada di dunia (The Guardian, 2026). Rekor suhu permukaan laut tertinggi tercatat sepanjang pesisir Eropa di Samudra Atlantik dan di wilayah Mediterania Barat (Copernicus, 2026), bahkan suhu di Mediterania sempat mencapai 6°C lebih tinggi dari suhu normal pada bulan Juni (Uni Eropa, 2026).

Suhu permukaan laut yang sangat tinggi ini berdampak besar terhadap ekosistem laut. Di Inggris, para nelayan melaporkan peningkatan jumlah gurita di perairan mereka; lonjakan jumlah yang tercatat sejak April 2026 ini menimbulkan kekhawatiran khusus (Gov.uk, 2026).

Pergerakan spesies laut ke arah utara menuju perairan yang lebih dingin juga teramati di seluruh perairan Eropa, yang berpotensi memengaruhi spesies asli setempat (Independent, 2026; Irish Examiner, 2026).

Pergeseran sebaran spesies laut ini dapat memengaruhi ketersediaan ikan dan krustasea untuk konsumsi manusia maupun budidaya perikanan. Perubahan pada jaring-jaring makanan laut juga telah teramati, misalnya, lumba-lumba dilaporkan memangsa ubur-ubur karena berkurangnya ketersediaan mangsa utama mereka, seperti ikan makarel (BBC, 2026).

Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di pantai untuk mencari kesejukan saat terjadi gelombang panas di daratan, perubahan kondisi laut juga dapat berdampak pada kesehatan manusia. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) telah memperingatkan adanya peningkatan risiko penyakit yang ditularkan melalui air, seperti vibriosis, selama periode suhu tinggi yang berkepanjangan (ECDC, 2026).

Selain itu, peningkatan populasi ubur-ubur dikaitkan dengan perubahan kondisi laut, termasuk meluasnya zona rendah oksigen yang memungkinkan ubur-ubur berkembang biak lebih baik dibandingkan beberapa spesies ikan. Hal ini dapat berdampak pada pariwisata pesisir, terutama ketika konsentrasi ubur-ubur yang tinggi menyebabkan penutupan pantai (Calbert, 2025).

Dalam skala yang lebih luas, suhu laut yang lebih hangat menyebabkan udara menjadi lebih panas dan kelembapan meningkat di wilayah pesisir.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir akibat kenaikan suhu—terutama suhu minimum pada malam hari—serta peningkatan kelembapan yang memperparah tekanan panas (heat stress).

Meningkatnya penguapan dari laut yang hangat juga menyebabkan naiknya kadar kelembapan di atmosfer, yang nantinya dapat turun sebagai curah hujan intens pada musim tersebut.

Para peneliti dari Swiss, Swedia, Amerika Serikat, Irlandia, dan Inggris bekerja sama untuk mengkaji sejauh mana perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah mengubah kemungkinan terjadinya dan intensitas kondisi suhu permukaan laut (SST) ekstrem di sepanjang pesisir Eropa pada bulan Juli.

Tingginya suhu permukaan laut tahun ini tergolong luar biasa, tidak hanya dari segi intensitasnya, tetapi juga karena suhu tersebut tercapai lebih awal pada tahun ini.

Untuk memperhitungkan karakteristik tersebut, WWA menggunakan dua definisi periode waktu yang berbeda: periode 14 hari terhangat dalam satu tahun, serta periode 14 hari terhangat dalam bulan Juli tertentu.

WWA meninjau empat wilayah berbeda yang mengalami suhu permukaan laut sangat tinggi tahun ini (sejauh ini); lihat Gambar.

• Celtic: Mencakup Laut Irlandia dan Selat St. George, Laut Celtic, Selat Inggris (English Channel), Selat Bristol, perairan di lepas pantai barat Skotlandia, serta perluasan ke arah barat dari wilayah-wilayah tersebut hingga garis bujur 15°BB di antara garis lintang 48°LU dan 59°LU.

• Teluk Biscay dan Semenanjung Iberia (BIP): Mencakup Teluk Biscay serta perluasan ke arah barat hingga garis bujur 14°BB di antara garis lintang 36°LU dan 48°LU.

• Mediterania Barat (WMed): Mencakup Cekungan Laut Mediterania Barat, Laut Alboran, Laut Balearic (Laut Iberia), Laut Liguria, dan Laut Tyrrhenian.

• Mediterania Timur (EMed): Mencakup Cekungan Laut Mediterania Timur, Laut Adriatik, Laut Ionia, dan Laut Aegea.

Exit mobile version