Pesawat Lion Air yang Jatuh Tidak Memancarkan Sinyal

Tim SAR

FOTO: DOK. BASARNAS

Jakarta – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tidak memancarkan sinyal destress. Saat jatuh beacon Emmergency Local Transmitter (ELT) pada pesawat tidak terpancar.

Karena itu, jatuhnya pesawat tersebut tidak terpantau Medium Earth Orbital Local User Terminal (MEO LUT) yang ada di Kantor Pusat Basarnas.

Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air Boing 737 rute Jakarta – Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10) pagi masih menjadi pertanyaan besar.

Pesawat yang terhitung masih baru itu dengan total manifest sebanyak 189 orang (kru dan penumpang) mengalami hilang kontak.

Beacon pesawat telah teregistrasi dan dinyatakan baik sampai Agustus 2019. Lokasi jatuhnya pesawat berada di sekitar koordinat 05.46.15 S – 107.07.16 E atau berjarak 34 NM dari Kantor SAR Jakarta, 25 NM dari Tanjung Priok atau 11 NM dari Tanjung Karawang.

Basarnas Command Centre (BCC) menerima musibah tersebut dari Jakarta Air Traffic Control (JATC) pada pukul 06.50. Pukul 07.20. Basarnas sudah bergerak dan berhasil memdeteksi keberadaan pesawat nahas tersebut.

“Kami langsung melakukan koordinasi dan upaya pencarian sampai akhirnya kami temukan serpihan-serpihan pesawat di lokasi musibah,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi, Senin (29/10).

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) saat ini sudah berada di lokasi kejadian musibah. Personil SAR masing-masing dari Kantor SAR Jakarta, 48 personil Basarnas Special Group dan Kantor SAR Lampung serta sejumlah Potensi SAR. Tim SAR sedang melakukan proses evakuasi.

“Para penyelam kami sudah bergerak dengan peralatan bawah air. Kami mohon doanya, semoga proses evakuasi para korban dapat berjalan lancar,” kata Kabasarnas.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto mengatakan, belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Pihaknya harus menemukan blackbox untuk memastikan jatuhnya pesawat.*

Exit mobile version