Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Komparasi peta equal earth dan mercator-84. GAMBAR: map-projections.net

Darilaut – Benua Afrika sesungguhnya lebih besar, namun di peta yang dipakai selama ini terlihat wilayahnya lebih kecil.  PBB menyerukan untuk menggunakan peta yang akurat dan tidak membuat Afrika tampak kecil.

Majelis Umum PBB telah memberikan suara dengan dukungan sangat besar untuk mendorong pemerintah, sekolah, dan perusahaan teknologi di seluruh dunia agar berhenti menggunakan peta yang membuat Afrika tampak jauh lebih kecil daripada ukuran aslinya.

Melansir UN News, dengan perolehan suara 164 berbanding satu, negara-negara anggota pada hari Jumat mengesahkan resolusi yang mempromosikan proyeksi peta yang lebih akurat dalam mencerminkan ukuran sebenarnya dari berbagai benua.

Langkah ini merupakan puncak dari kampanye yang dipimpin oleh Afrika untuk menentang proyeksi Mercator—yang berasal dari abad ke-16 dan masih menjadi peta yang paling banyak digunakan di dunia.

Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang memberikan suara menentang, dengan menolak inisiatif tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari “proyek ideologis radikal.”

Peta equal earth. GAMBAR: map-projections.net
Peta mercator-84. GAMBAR: map-projections.net

Enam negara—Estonia, Georgia, Lituania, Moldova, Serbia, dan Ukraina—memilih untuk abstain.

Resolusi tersebut tidak melarang penggunaan proyeksi Mercator ataupun mewajibkan penggunaan peta pengganti tertentu. Sebaliknya, resolusi ini mendorong pemerintah, sekolah, organisasi internasional, dan perusahaan teknologi untuk menggunakan proyeksi Equal Earth serta peta-peta lain yang memiliki skala luas wilayah yang akurat (equal-area maps) saat perbandingan ukuran menjadi hal yang penting.

Selain itu, resolusi ini juga mendorong pengajaran mengenai keterbatasan peta datar dalam merepresentasikan planet yang berbentuk bola.

Di balik perdebatan yang tampak teknis itu, terdapat argumen yang lebih luas mengenai sejarah dan kekuasaan: apakah sebuah peta yang dirancang untuk pelaut Eropa pada abad ke-16, selama beberapa generasi, mendistorsi tidak hanya geografi tetapi juga persepsi mengenai sebuah benua yang utuh, luas, dan kompleks.

“Peta membentuk pemahaman kita tentang dunia,” ujar Robert Dussey, Menteri Luar Negeri Togo, sebelum pemungutan suara dilakukan. “Peta memandu pendidikan, memupuk imajinasi, dan memengaruhi persepsi kolektif.”

Arika Dibuat Tampak Kecil

Gerardus Mercator, seorang kartografer asal Flandria, merancang proyeksinya pada tahun 1569 untuk memecahkan masalah praktis dalam navigasi laut. Karena garis lurus pada petanya sesuai dengan arah kompas yang tetap, para pelaut dapat menggunakannya untuk menentukan rute pelayaran mereka.

Namun, mempertahankan akurasi arah harus dibayar dengan ketidakakuratan ukuran wilayah. Daratan tampak semakin membesar semakin jauh posisinya dari garis Khatulistiwa.

Exit mobile version