Lahan 375.039 hektar tanaman tidak menghasilkan/tua /rusak, dengan kemampuan replanting 6.000-10.000 ha/tahun. Sebanyak 756,98 juta kelapa bulat masih diekspor, dengan pajak ekspor 0%,” urainya.
Sebesar 52,34% pemanfaatannya dalam bentuk kopra untuk diolah menjadi minyak kelapa, sebanyak 3,68 juta ton airnya terbuang setiap tahun. Hal tersebut mencerminkan potensi ekonomi yang hilang sebesar kurang lebih USD 5,25 miliar.
Potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan dari sabut kelapa dan tempurung kelapa diperkirakan masing-masing mencapai USD 320 juta dan USD 373 juta.
Hilirisasi kelapa menjadi bagian dari amanat RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) berperan dalam mengimplementasikan amanat tersebut untuk mengintegrasikan riset dan inovasi menjadi produk bernilai tambah.
BRIDA juga sebagai penghubung strategis dengan BRIN dan kementerian/lembaga lain untuk menjamin sinergi dan perlindungan hukum inovasi.
Sukmo mengatakan kelapa merupakan produk pohon yang sangat mulia, dari ujung daunnya sampai akar-akarnya semua mampu menghasilkan uang.
”BRIDA/BAPERIDA, kita semua ambil peran masing-masing saat ini juga. Kami sudah bicara dengan BRIN yang bersemangat juga untuk membantu program hiliriisasi kelapa dari berbagai macam aspek sesuai dengan kemampuan dan kewajiban serta keahlian BRIN,” ujarnya.




