Darilaut – Kelapa sebagai komoditas unggulan yang semua bagiannya dari daun hingga akar dapat dimanfaatkan masih memerlukan keterlibatan berbagai pihak terutama perguruan tinggi untuk melakukan riset serta pengembangan teknologi.
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sri Nuryanti, mengatakan, produk-produk kelapa yang sudah dikerjakan oleh beberapa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun pemerintah daerah, bisa saling bekerja sama untuk memfasilitasi investasi industri pengolahan kelapa ini.
“Tentunya itu ada potensi untuk hadirnya investor, kemudian keterlibatan dari perguruan tinggi untuk melakukan riset, pengembangan teknologi dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menurut Nuryanti, kelapa sebagai pohon kehidupan. Kelapa adalah komunitas unggulan di beberapa daerah. Hampir seluruh bagian dari pohon kelapa itu bisa dimanfaatkan, baik itu daging, buah, air, tempurung, sabun, nira, maupun batangnya.
“Di beberapa daerah saya pikir sudah mengembangkan berbagai produk dari kelapa itu. Sebenarnya dari upaya hilirisasi kelapa ini memunculkan lapangan pekerjaan yang baru juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petaninya,” kata Nuryanti saat Webinar Sharing Knowledge Peran Strategis BRIDA dalam Implementasi Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045, pada Rabu (3/12).




