Tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, desa ini juga membuka peluang ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Maryke menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan melalui program penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan berbasis proyek (project based).
Pendanaan awal kami alokasikan dari penelitian dan pengabdian. Hasil riset akan dihilirisasikan menjadi produk yang bisa diterapkan, sementara dosen dan mahasiswa terlibat langsung melalui kurikulum pendidikan, kata Maryke.
Meski begitu, pengembangan wisata tidak lepas dari tantangan. Maryke menyoroti keinginan sebagian warga yang ingin cepat meraih keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan, seperti membangun pondok jualan tanpa fasilitas cuci tangan yang layak atau toilet dengan sistem pembuangan yang mencemari laut.
Untuk mengatasi hal ini, Politeknik Negeri Manado terus memberikan pelatihan yang dirancang agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Jika pelatihan pertama berhasil diterapkan, menurut Maryke, akan ada pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Mangrove Park
Mangrove Park Darunu menjadi daya tarik utama pengunjung. Wisatawan dapat menjelajahi hutan mangrove dengan paddle board, menikmati panorama Pulau Manado Tua, Bunaken, dan Siladen, dan juga dapat menyaksikan keindahan matahari tenggelam di ufuk barat.




