Senin, Juli 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Posisi Hilal di Wilayah Indonesia di Bawah Ufuk

redaksi
29 Maret 2025
Kategori : Berita
0
Posisi Hilal di Wilayah Indonesia di Bawah Ufuk

Seminar Sidang Isbat Syawal di Kementerian Agama, pada Sabtu (29/3). FOTO: KEMENAG

Darilaut – Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Norwendaya, mengatakan di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Ramadan 1446 H masih berada di bawah ufuk.

Berdasarkan data yang ada, “maka dapat disimpulkan bahwa di wilayah NKRI, hilal awal Syawal mustahil teramati,” kata Cecep dalam Seminar Sidang Isbat Syawal, pada Sabtu (29/3).

Seminar dengan tema “Antara Tradisi, Sains, dan Regulasi” digelar Kemenag sebelum Sidang Isbat (Penetapan) Awal Syawal 1446 Hijriyah, di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Sidang diikuti oleh perwakilan ormas Islam, perwakilan duta besar negara sahabat, serta jajaran Kemenag.

Dalam seminar tersebut, hadir beberapa narasumber, yaitu KH Julian Lukman perwakilan dari PP Al Washliyah, KH. Zufar Bawazir perwakilan dari Al-Irsyad Al-Islamiyyah, H.Sriyatin Shodiq perwakilan dari Muhammadiyah, dan H. Cecep Norwendaya dari Tim Hisab Rukyat Kemenag RI.

Cecep mengatakan secara astronomis, posisi hilal di Indonesia pada saat Maghrib di 29 Maret 2025, masih berada di bawah ufuk dan kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang ditetapkan pada 2021, sehingga mustahil dapat teramati.

Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Cecep NorwendayaIdul Fitri 1446 HKementerian AgamaSidang Isbat
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Hilal 1 Syawal 1446 H Tidak Terlihat di Gorontalo

Next Post

1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025

Postingan Terkait

Ikan raja laut

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

27 Juli 2026
Riset Terbaru Temuan 18 Individu Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Sulawesi Utara

Riset Terbaru Temuan 18 Individu Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Sulawesi Utara

27 Juli 2026

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

Musibah Kecelakaan Laut di Teluk Tomini, Gubernur Gorontalo Minta Basarnas Cari Nakhoda yang Hilang

Kapal Cepat yang Ditumpangi 11 Wisatawan Eropa Masuk Air, Patah, Miring dan Tenggelam di Teluk Tomini

Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Kobaran Api Besar, Kebakaran Hutan Meningkat di Eropa

Topan Noul Mendarat di Dekat Pinghai, Pantai Provinsi Guangdong

Next Post
1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025

1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025

TERBARU

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Riset Terbaru Temuan 18 Individu Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Sulawesi Utara

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

Musibah Kecelakaan Laut di Teluk Tomini, Gubernur Gorontalo Minta Basarnas Cari Nakhoda yang Hilang

Kapal Cepat yang Ditumpangi 11 Wisatawan Eropa Masuk Air, Patah, Miring dan Tenggelam di Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Dengan eDNA Peneliti Kaji Ekosistem Bawah Air di Gunung Anak Krakatau

Gempa Poso, 37 Rumah Rusak dan Korban Luka Bertambah 32 Orang

Mengenal Ikan Napoleon

Banjir di Kabupaten Luwu Telah Surut, Korban Meninggal 12 Orang

Satu Warga Meninggal Dunia Karena Banjir di Kabupaten Malang

Besok, Wisatawan ke Komodo Bisa Daftar Online

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.