Darilaut - Prakiraan dasarian III Oktober hingga II November 2026 mengindikasikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan rendah hingga menengah, dengan kisaran 0–150 mm/dasarian. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebaran potensi hujan tidak merata. Pada periode 23 – 25 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Selain itu, kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara. Angin Kencang di Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Periode 26 – 29 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Angin Kencang di Aceh, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Kondisi Kering Sejumlah wilayah yang diperkirakan masih berpeluang mengalami kondisi relatif kering meliputi sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut masih didukung dengan fenomena El Niño sangat kuat dan Dipole Mode Index (DMI) positif yang secara umum cenderung mengurangi aktivitas konvektif di Indonesia, kata BMKG. El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026. Selama 10 hari terakhir, lebih dari 6.900 titik panas (hotspot)tersebar di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan. BMKG mencatat jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tercatat paling banyak di Kalimantan Tengah, yakni 3.794 titik. Jumlah berikutnya terpantau di Sumatera Selatan sebanyak 1.595 titik dan Papua Selatan sebanyak 1.516 titik. Seiring dengan perkembangan tersebut, sebaran asap juga masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini memperkuat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah terdampak.