Darilaut – Presiden Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO), H.E. Dr. Abdulla Al Mandous menyoroti pentingnya penguatan sistem peringatan dini di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.
Isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan akan menjadi salah satu fokus utama WMO dalam beberapa tahun mendatang.
“Mengenai strategi WMO ke depan, perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan menjadi isu yang sangat penting. kata Al Mandous saat melakukan kunjungan di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta, pada Rabu (23/9).
“Kita menghadapi semakin banyak kejadian cuaca ekstrem yang membutuhkan perhatian dan respons yang cepat.”
Selain meteorologi dan iklim, Al Mandous yang juga menjabat sebagai Minister to Presidential Court Uni Emirat Arab (UAE) dan Director General National Center of Meteorology (NCM) UAE, melihat peluang kerja sama dalam pengembangan sistem pemantauan dan peringatan dini tsunami.
Baik Indonesia maupun UAE sama-sama berpartisipasi dalam berbagai program internasional di bawah koordinasi UNESCO yang berkaitan dengan sistem peringatan dini tsunami.
“Kita dapat mengembangkan kolaborasi di bidang ini melalui kerja sama antara pusat meteorologi kedua negara,” ujarnya.




