Prodi Ilmu Kelautan Unsrat Dalam Proses Akreditasi Internasional

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Prof Farnis Boneka. FOTO: ISKU

Darilaut – Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat sedang dalam proses untuk akreditasi internasional.

Prodi Ilmu Kelautan Unsrat saat ini telah terakreditasi Unggul dengan nilai paling tinggi di seluruh universitas yang memiliki program studi ilmu kelautan di Indonesia Timur.

Hal ini disampaikan Dekan FPIK Unsrat Prof Farnis Boneka ketika melakukan pengukuhan pengurus Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat (ISKU) masa bakti 2018 – 2023, akhir Oktober lalu.

Kegiatan ini berlangsung di Rumah Ocean 1711, Pesisir Desa Parentek, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa.

Prodi Ilmu Kelautan dengan koordinator Dr Medy Ompi juga tercatat sebagai salah satu dari 10 koordinator progam studi terbaik di seluruh Indonesia

Farnis mengatakan ISKU menjadi wadah pemersatu alumni Ilmu Kelautan Unsrat, mulai dari lulusan pertama sampai yang termuda. Para alumni ini lebur dalam ikatan kekeluargaan yang kuat.

“(ISKU) salah satu organisasi yang berkontribusi dalam pengembangan program studi Ilmu Kelautan dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada khususnya,” kata Farnis.

Sejauh ini ISKU terus mendukung kegiatan-kegiatan dalam lingkup Program Studi Ilmu Kelautan. Salah satunya, kata Farnis, selalu memberikan dukungan tenaga dan teknis dalam pengibaran bendera merah putih bawah air setiap tanggal 17 Agustus.

Selain itu, menurut Farnis, ISKU selalu terdepan dan terlibat dalam kegiatan perencanan pengelolaan wilayah pesisir laut dan konservasi laut dan menjadi agen yang dapat membantu dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya laut di Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Utara khususnya.

Farnis mengatakan organisasi alumni ini dapat membantu stake holder dengan keahlian atau kepakaran yang dimiliki ISKU. Misalnya, dalam pelestarian dan perlindungan lokasi pendaratan penyu di seluruh pesisir timur Minahasa sampai Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Pantai ini dengan panjang kurang lebih 60 kilometer. Diharapkan kawasan ini dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan, serta dapat dimanfaatkan sebagai tujuan wisata.

“Ke depan FPIK akan banyak mengirim peneliti melakukan studi di pesisir timur Minahasa untuk kajian kelautan dan perikanan yang lebih komprehensif,” ujar Farnis.

Hal ini dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah, khususnya yang terkait pembangunan pesisir Timur Minahasa.

Di pesisir timur Minahasa ISKU telah memulai beberapa kegiatan terkait pengelolaan dan pelestarian sumber daya kelautan di daerah ini.

Ketua ISKU Roger Lantang mengatakan organisasi alumni ini hadir dengan kebersamaan dan terus berkomitmen untuk bangkit dalam menjaga dan mengelola laut untuk kemakmuran Indonesia dan masyarakat Sulawesi Utara.

Exit mobile version