Prof Celeste Saulo, Sekretaris Jenderal Perempuan Pertama Organisasi Meteorologi Dunia

Prof. Celeste Saulo dari Argentina Sekretaris Jenderal perempuan pertama di Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Prof. Saulo terpilih dalam Kongres Meteorologi Dunia, di Jenewa, Swiss Kamis (1/6/2023) dan menjabat mulai 1 Januari 2024 menggantikan Prof Petteri Taalas, yang telah menyelesaikan mandat dua periodenya. FOTO: WMO

Darilaut – Prof. Celeste Saulo dari Argentina terpilih sebagai Sekretaris Jenderal perempuan pertama di Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Prof. Saulo memimpin sebuah organisasi internasional tersebut saat akan memantau dan menangani perubahan iklim dan cuaca yang semakin ekstrim.

Sebelumnya, Prof. Saulo telah menjadi Direktur Badan Meteorologi Nasional Argentina sejak 2014 dan saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama WMO.

Dalam siaran pers WMO yang diterbitkan Kamis (1/6) Prof. Saulo akan menjabat mulai 1 Januari 2024 menggantikan Prof Petteri Taalas, yang telah menyelesaikan mandat dua periodenya.

Prof. Saulo diangkat setelah menerima dua pertiga suara mayoritas yang diperlukan dari para delegasi di Kongres Meteorologi Dunia empat tahunan yang berlangsung di Jenewa, Swiss, badan pembuat keputusan tertinggi dari 193 Anggota WMO.

Kongres juga akan memilih Presiden dan Wakil Presiden WMO serta Dewan Eksekutifnya.

“Saat ini ketika ketimpangan dan perubahan iklim menjadi ancaman global terbesar, WMO harus berkontribusi untuk memperkuat Layanan Meteorologi dan Hidrologi untuk melindungi populasi dan ekonomi mereka, menyediakan layanan yang tepat waktu dan efektif serta sistem peringatan dini,” kata Prof. Saulo, mengutip siaran pers WMO.

“Ambisi saya untuk memimpin WMO menuju sebuah skenario di mana suara semua Anggota didengar secara setara, memprioritaskan mereka yang paling rentan dan di mana tindakan yang dilakukan selaras dengan kebutuhan dan kekhususan masing-masing dari mereka,” kata Prof. Saulo.

Latar Belakang Karir

Prof. Saulo meniti karir di bidang akademis, yang menggabungkan untuk sains dan pengajaran dengan manajemen universitas, serta hubungan penelitian ilmiah dengan kebutuhan masyarakat.

Di Badan Meteorologi Nasional Argentina, Prof. Saulo mempromosikan perubahan organisasi yang substantif, berdasarkan manajemen yang mengupayakan hasil nyata, memenuhi tuntutan sosial, mengartikulasikan di tingkat nasional, regional, dan internasional, serta memupuk kesetaraan, inklusi, dan saling menghormati.

Prof Saulo telah lama terlibat dengan WMO. Pada Juni 2015 terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif WMO.

Pada April 2018, terpilih sebagai Wakil Presiden Kedua untuk WMO dan, pada Juni 2019, terpilih sebagai Wakil Presiden Pertama dan menjadi wanita pertama yang memegang jabatan tersebut.

Sebelumnya, Prof. Saulo adalah anggota dari berbagai panel ilmiah ahli WMO.

Hingga tahun 2018, ia menjadi anggota Komite Pengarah Ilmiah untuk Program Penelitian Cuaca Dunia (WWRP).

Prof. Saulo juga telah menjadi anggota Kelompok Kerja untuk Prediksi Musiman hingga Interannual dan Panel WCRP/CLIVAR untuk Variabilitas Sistem Monsun Amerika.

Penelitiannya telah menjadi kunci untuk lebih memahami Sistem Monsun Amerika Selatan, dan pola presipitasi dan sirkulasi yang terkait selama musim panas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Prof. Saulo memperdalam aktivitasnya pada masalah interdisipliner seperti produksi energi angin, aplikasi pertanian, dan sistem peringatan dini.

Prof. Saulo telah menulis dan menulis bersama lebih dari 60 artikel jurnal ilmiah dan bab buku yang ditinjau oleh rekan sejawat.

Selain itu, mengawasi banyak siswa baik di tingkat sarjana dan pascasarjana dan, bertindak sebagai Penyelidik Utama dalam 23 proyek penelitian yang dibiayai oleh lembaga nasional dan internasional.

Pengalaman mengajarnya yang luas terutama terkait dengan prediksi cuaca numerik, dinamika atmosfer dan termodinamika, meteorologi skala meso, dinamika awan, dan mikrofisika awan.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dicalonkan sebagai Presiden Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/ WMO) periode 2023-2027.

Pemilihan Presiden WMO periode 2023-2027 sendiri dilaksanakan pada sidang the nineteenth World Meteorological Congress (CG-19) yang akan diadakan pada 22 Mei – 2 Juni 2023.

Presiden WMO akan dipilih berdasarkan suara terbanyak oleh Anggota WMO yang terdiri dari 187 negara dan 6 teritori. Selain pemilihan Presiden WMO, juga turut dipilih Sekretaris Jenderal dan Wakil Presiden WMO.

Dalam kongres ke-19 WMO, delegasi Indonesia dipimpin langsung Dwikorita Karnawati. Turut mendampingi perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementerian Sekretariat Negara.

Tim yang dikirim dalam Kongres WMO ini selain untuk mengawal materi sidang WMO terkait permasalahan teknis, administrasi dan perencanaan WMO, juga dalam rangka mengawal Kampanye Pencalonan Kepala BMKG dalam pemilihan Presiden WMO periode tahun 2023-2027.

Exit mobile version