Program SOMACORE Kembangkan Pemantauan Penyu Berbasis Masyarakat di Kepulauan Derawan

Penyu di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. FOTO: Nugroho Arif Prabowo/YKAN

Darilaut – Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) mengembangkan model pemantauan penyu berbasis masyarakat di Kawasan Konservasi Laut Kepulauan Derawan.

Belum lama ini, Program SOMACORE resmi meluncurkan inisiatif percontohan di Kawasan Konservasi Laut (KKL) Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Program SOMACORE dilaksanakan melalui Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Upaya ini bertujuan untuk membangun model pengelolaan kawasan konservasi yang efektif dan berkelanjutan.

Program SOMACORE didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative (IKI), serta dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari 10 organisasi nasional, regional, dan internasional di enam negara Segitiga Terumbu Karang.

Dengan mengujicobakan model ini di Kepulauan Derawan, SOMACORE bertujuan memperkuat ketahanan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang mata pencahariannya bergantung pada sumber daya tersebut.

Program ini menggabungkan pengelolaan berbasis sains, partisipasi masyarakat, serta dukungan kebijakan untuk memastikan upaya konservasi memberikan manfaat bagi alam dan manusia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah ini.

Integrasi Program Somacore dengan kebijakan daerah akan memperkuat posisi Kalimantan Timur tidak hanya sebagai wilayah strategis nasional, “tetapi juga sebagai bagian dari kawasan segitiga karang dunia yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut global,” ujar Irhan saat pertemuan koordinasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur dengan YKAN, di Samarinda.

Saat ini Pemerintah Indonesia menargetkan pengelolaan efektif 32,5 juta hektare perairan pada 2030 serta perlindungan 97,5 juta hektare atau setara 30 persen dari total perairan Indonesia pada 2045.

Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) di Kabupaten Berau menjadi salah satu kawasan strategis dalam pencapaian target tersebut, kata Irhan.

Program Somacore diharapkan juga dapat mendukung pencapaian target dengan mengintegrasikan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Program Somacore di Kalimantan Timur akan difokuskan pada pengembangan model pemantauan penyu berbasis masyarakat,” kata Direktur Kebijakan Program Kelautan YKAN, Muhammad Imran Amin.

Selain itu, kata Imran, restorasi ekosistem mangrove yang dikaitkan dengan budi daya perikanan berkelanjutan, serta penguatan kelompok usaha perempuan.

Menurut Imran, wilayah pesisir dan laut Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau, merupakan bagian penting dari Bentang Alam Sulu Sulawesi yang memiliki peran besar dalam menjaga masa depan segitiga karang dunia.

Pulau Derawan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. FOTO: YKAN

Kawasan ini berkontribusi penting dalam menghadapi perubahan iklim, memperkuat ketahanan ekoregion pesisir, dan melestarikan ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

KKP3K KDPS ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 87 Tahun 2016 dengan luas kawasan mencapai 285.548,95 hektare.

Keanekaragaman hayati kawasan ini menempati posisi terbesar kedua di Indonesia, dengan ekosistem terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, hingga danau air asin yang menjadi habitat berbagai spesies langka dan dilindungi.

Selain fungsi ekologis, kawasan konservasi ini juga memiliki kontribusi signifikan terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Nelayan tradisional di delapan kecamatan di Kabupaten Berau menjadikan kawasan ini sebagai sumber penghidupan utama.

Hasil perikanan dari KKKP3K KDPS berperan dalam penyediaan pangan sehat dan bergizi tidak hanya bagi Kabupaten Berau, tetapi juga untuk wilayah sekitar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Di sisi lain, daya tarik wisata bahari kawasan ini telah mendorong perkembangan pariwisata daerah. Pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau tercatat mencapai 557.214 orang, yang menegaskan potensi ekonomi besar dari keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

“Bagi kami, kolaborasi merupakan kunci dari keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi. Keberhasilan program tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan. Program Somacore di Kabupaten Berau dirancang untuk menghubungkan semua pihak dalam upaya bersama menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman.

Exit mobile version