Puing Musala Al Khoziny Selesai Dibersihkan, 61 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah tim SAR gabungan dibantu alat berat mengupayakan proses pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih terjebak atas insiden robohnya bangunan pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, PADA Senin (29/9). FOTO: BPBD Kabupaten Sidoarjo/BNPB

Darilaut – Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan telah selesai membersihkan puing reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (7/10).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat insiden robohnya bangunan ini menyebabkan 61 orang korban meninggal dunia yang ditemukan, sebanyak 17 jenazah telah diidentifikasi dan sisanya masih dalam proses.

Jumlah korban secara keseluruhan tercatat ada sebanyak 165 jiwa. Sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, dengan rincian 4 masih dalam perawatan, 99 telah kembali ke rumah setelah perawatan dan satu jiwa tidak memerlukan perawatan.

Hingga Selasa (7/10) pagi, alat-alat berat sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Bagian beton bangunan dan puing lainnya yang sebelumnya menumpuk di lokasi kejadian, kini telah rata dengan tanah.

Seluruh petugas SAR telah memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan. Tandanya operasi SAR di bawah koordinasi Basarnas telah selesai dilakukan.

Dari seluruh rangkaian operasi SAR yang telah dilakukan, didapatkan 61 jenazah dari balik puing reruntuhan, termasuk tujuh potongan bagian tubuh yang saat ini masih proses identifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI).

“Alhamdulillah sekarang sudah rata dan diketemukan 61 korban jiwa,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, Selasa.

Adapun tujuh potongan tubuh sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah berasal dari dua korban yang menurut data posko darurat masih dalam pencarian. Jawaban itu akan segera diketahui setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan.

“Masih ada dua dari data kami sebelumnya masih dalam pencarian, tetapi ada tujuh body part (potongan bagian tubuh) yang ditemukan. Nanti kita akan tunggu proses DVI untuk memastikan apakah itu adalah dari dua korban itu tadi,” ujar Budi.

Sejumlah tim SAR gabungan dibantu alat berat mengupayakan proses pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih terjebak atas insiden robohnya bangunan pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, PADA Senin (29/9). FOTO: BPBD Kabupaten Sidoarjo/BNPB

BNPB mencatat insiden kegagalan teknologi konstruksi yang menjadi pemicu kejadian bencana terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9) sekira pukul 15.00 WIB.

Kejadian bermula sejak pagi hari ketika proses pengecoran lantai empat pondok pesantren dilakukan.

Saat pelaksanaan salat Asar berjamaah pada pukul 15.00 WIB, tiang pondasi diduga tidak mampu menahan beban pengecoran, sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar. Peristiwa yang terjadi mendadak ini menyebabkan puluhan santri dan pekerja tertimpa material bangunan.

Exit mobile version