Ratusan Ribu Orang Mengungsi, Topan Noru di Vietnam Setara Badai Kategori 2

Topan Noru saat mendekati wilayah Vietnam Selasa (27/9). GAMBAR: JTWC

Darilaut – Ratusan ribu orang mengungsi dari rumah mereka saat Topan (Typhoon) Noru mendekati wilayah di Vietnam. Beberapa bandar udara, sekolah dan toko ditutup serta pihak berwenang memberlakukan jam malam untuk menghindari serangan Topan Noru, yang setara dengan badai kategori 2.

Forecasters Internasional dan Ahli Meteorologi Senior AccuWeather, Jason Nicholls, melalui akun Twitter @jnmet, Rabu (28/9) mengatakan Topan Noru akan menyerang Vietnam sedikit di utara Tam Ky sebagai badai yang setara dengan kategori 2.

Diperkirakan badai ini akan membawa hujan lebat di Laos, Kamboja hingga Thailand selama dua hari, Rabu hingga Kamis (29/9).

Mengutip AL JAZEERA, sekitar 270.000 personel militer telah disiagakan. Di Kota Da Nang dan Provinsi Quang Nam, jam malam berlaku mulai Selasa malam. Jam malam ini melarang orang keluar kecuali mereka yang bertugas resmi.

Penerbangan di lima bandara regional telah dibatalkan dan layanan kereta api dihentikan sampai topan berlalu.

Pihak berwenang telah mendesak 400.000 orang untuk meninggalkan rumah mereka, termasuk di kota wisata populer Hoi An.

Di Da Nang, kota terbesar ketiga di Vietnam, semua toko dan hotel ditutup, sementara penduduk dilarang keluar di jalan-jalan mulai Selasa malam.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya telah bekerja dengan pihak berwenang setempat untuk merencanakan mitigasi dampak topan terhadap komunitas pertanian dengan mendistribusikan uang tunai dan bantuan lainnya.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Hanoi menjelaskan pihak berwenang Vietnam telah mengumumkan penutupan bandara di Da Nang, Hue, Chu Lai (Provinsi Quang Nam), Phu Cat (Provinsi Binh Dinh), dan Pleiku (Gia Lai) pada 27 September dan 28 September.

Kota Da Nang telah mengumumkan penutupan sekolah dan toko dan akan menerapkan jam malam di seluruh kota mulai pukul 20:00 pada 27 September hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Quang Nam akan menerapkan jam malam mulai pukul 18:00 dan daerah lain mungkin memberlakukan pembatasan serupa.

Pada Selasa 27 September, Viet Nam Disaster Management Authority (VNDMA) mengadakan pertemuan Disaster Risk Reduction Partnership (DRRP) untuk membahas dan memperbarui tanggapan terhadap Topan Noru.

Pada Selasa (27/9) sore Topan Noru menguat menjadi Topan Super (Super Typhoon) saat berada di Laut Cina Selatan, menjelang pendaratan di Vietnam.

Rabu (29/9) pagi Topan Noru telah mendarat di dekat Kota Da Nang, Vietnam, Rabu. Topan ini akan melintasi daratan Asia Tenggara.

Menurut Observatorium Hong Kong Topan Noru mendarat pada pukul 05.00 pagi. Topan Noru berpusat sekitar 20 kilometer selatan Da Nang. Diperkirakan bergerak ke barat sekitar 18 kilometer per jam melintasi Indo-China (Asia Tenggara Daratan).

Rabu Pukul 08.00 pagi, menurut Observatorium Hong Kong, Topan Noru berpusat sekitar 50 kilometer barat daya Da Nang.

Topan Noru akan bergerak melintasi Indo-China hari ini dan besok, setelah itu melemah secara bertahap, kata Observatorium Hong Kong.

Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) menjelaskan pada Rabu pukul 03.00, kekuatan Noru adalah angin topan yang kuat, bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 km per jam atau 12 knot. Tekanan udara pusat 955 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Rabu pukul 06.00 kekuatan Noru masih sebagai angin topan yang kuat bergerak ke barat dengan 20 km per jam (10 knot). Tekanan udara pusat 965 hPa.

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 110 km (60 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih barat-laut 390 km (210 NM) dan tenggara 280 km (150 NM).

Prediksi Rabu pukul 18.00 angin topan yang kuat akan melemah menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem. Selanjutnya, Kamis (29/9) kekuatan sistem ini menjadi siklon tropis.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menjelaskan Topan Noru adalah sistem yang berbahaya.

Sistem ini dapat membawa angin yang merusak, gelombang badai serta gelombang laut yang ganas dan hujan deras. Hal ini dapat menyebabkan tanah longsor, banjir bandang dan semua risiko yang mungkin terjadi.

Topan Noru dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 13,1 meter.

Menurut JTWC Noru terus melemah dengan cepat selama 12 jam terakhir. Noru diperkirakan akan bergerak ke arah barat.

Topan Noru akan terus melakukan tracking ke arah barat dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan yang akan mengakibatkan sistem terus mengalami penurunan intensitas akibat pengaruh peningkatan wind shear, serta efek friksi yang disebabkan interaksi dengan tanah.

Dalam dua hari, sistem melacak lebih jauh ke pedalaman di Asia Tenggara.

Sumber: Aljazeera.com (AL JAZEERA), Vn.usembassy.gov, Reliefweb.int, Observatorium Hong Kong (hko.gov.hk/en), Badan Meteorologi Jepang/JMA dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version