Darilaut – Gempa bumi magnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Bengkulu, pada Jumat (23/5) pukul 02.52.37 WIB. Kejadian gempa bumi karena sesar naik (reverse fault) tersebut menyebabkan ratusan rumah terdampak.
Gempa ini dirasakan pada intensitas IV-V skala MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bengkulu, Empat Lawang; IV MMI di Kepahiang, Rejang Lebong, Lubuk Linggau, dan Liwa. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), lokasi terdekat dengan pusat gempa bumi adalah Bengkulu. Bengkulu memiliki morfologi berbukit-bukit dengan pesisir sempit akibat pengangkatan tektonik, didominasi oleh Pegunungan Bukit Barisan di timur dan zona subduksi di barat.
Secara geologi, wilayah ini ditandai oleh struktur sesar naik (reverse fault) dan subduksi Lempeng Indo-Australia yang aktif, dengan batuan penyusun berupa vulkanik Kuarter, sedimen Tersier, dan endapan aluvial muda di pesisir.
Daerah tersebut tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah lunak (kelas E). Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi tinggi.
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanismenya, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh sesar naik (reverse fault) di zona subduksi pada kedalaman 65 km, kata Pusat Vulkanologi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban terdampak 241 KK (800 jiwa). Mereka tersebar di Kabupaten Bengkulu 49 KK dan Kota Bengkulu 192 KK (584 jiwa).
Data sementara untuk kerugian material di Kabupaten Bengkulu, rumah rusak 49 unit, sekolah terdampak 5 unit dan kantor camat 1 unit.
Kerugian di Kota Bengkulu tercatat rumah terdampak 192 unit, rumah rusak berat 8 unit dan fasilitas umum terdampak 6 unit. Pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat, di antaranya pendataan dampak.
Lokasi terdampak di Kota Bengkulu, di antaranya Kelurahan Betungan dan Pagar Dewa di Kecamatan Selebar, Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kelurahan Pintu Batu, Kecamatan Teluk Segara, Kelurahan Jembatan Kecil dan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kelurahan Padang Serai dan Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, dan Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut. Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak tiga kecamatan terdampak.
BNPB telah berkoordinasi sejak awal dengan BPBD setempat. Pada Sabtu (24/5) Deputi Bidang Sistem dan Strategi bertolak menuju Bengkulu untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat. Bantuan BNPB juga telah didorong menuju Bengkulu.
Sebelumnya, dilaporkan kerusakan rumah terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak lima unit rumah.
Fasilitas umum mengalami kerusakan di antaranya empat unit sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah dan enam fasilitas berupa dua masjid, dua kantor camat, dan dua unit sekolah terdampak.
Menyusul peristiwa ini, Wali Kota Bengkulu telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kota Bengkulu dengan nomor 110 tahun 2025, selama tujuh hari, terhitung sejak 23 Mei hingga 29 Mei 2025.
Gempa bumi pada Jumat (23/5) pukul 02.52 WIB dengan kedalaman 80 kilometer, koordinat 4.18 Lintas Selatan dan 102.17 Bujur Timur.
Selain Kota Bengkulu, gempa dirasakan di Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Bengkulu Utara.
