Angin kencang juga melanda Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (24/1).
BPBD Kota Bogor melaporkan total rumah rusak sebanyak 11 unit, dengan rincian rusak berat 6 unit, rusak sedang 4 dan rusak ringan 1. Beberapa rumah rusak tidak diakibatkan langsung oleh angin kencang, tetapi tertimpa pohon yang tumbang.
Kerusakan lain terjadi pada 2 unit tempat usaha dan 1 fasilitas pendidikan. BPBD setempat menyebutkan 19 KK atau 54 jiwa terdampak akibat fenomena hidrometeorologi basah ini. Tidak ada laporan korban jiwa dan warga luka-luka akibat bencana tersebut.
Angin kencang dirasakan warga di sejumlah kelurahan yang tersebar tiga kecamatan, yaitu di Kelurahan Cibadak, Kedung Badak, Sukaresmi, Sukadamai, Kencana dan Kebon Pedes (Kecamatan Tanah Sareal), Kelurahan Curug (Bogor Barat) dan Kelurahan Ciparigi, Kedung Halang dan Cibuluh (Bogor Utara).
BPBD bersama unsur terkait lain, termasuk relawan, membantu warga terdampak dengan memindahkan pohon serta ranting -ranting tumbang yang menimpa rumah maupun puing kerusakan. Di samping itu, mereka membantu untuk perbaikan kerusakan ringan. Mereka juga memastikan kondisi keamanan rumah yang mengalami kerusakan dan membagikan bantuan logistik kepada mereka yang terdampak.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, khususnya di puncak musim hujan pada Januari hingga Februari.





Komentar tentang post