Rektor Eduart Wolok: Kitab Me’eraji Terbitan UNG Bisa Dibaca Semua Kalangan

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Eduart Wolok saat peluncuran kitab hikayat Me’eraji Nabi Muhammad SAW, di masjid Sabilurrasyad UNG, pada Kamis, 8 Februari 2024, bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1445 Hijriah. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah menerbitkan kitab hikayat Me’eraji Nabi Muhammad SAW. Naskah Me’eraji menceritakan kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Gorontalo yang ditulis dengan aksara pegon.

Pada Kamis, 8 Februari 2024, bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1445 Hijriah, UNG resmi meluncurkan Kitab Hikayat Me’eraji Nabi Muhammad SAW, di Masjid Sabilurrasyad UNG.

Setelah launching, dilaksanakan pembacaan Kitab Hikayat Meeraji Nabi Muhammad SAW oleh para pelantun.

Dengan kitab terbitan baru tersebut, “semua kalangan bisa membaca, khususnya bagi generasi masa depan,” kata Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok.

Selain aksara pegon dalam kitab ini terdapat tulisan latin dan terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

Kitab Me’eraji terbitan UNG ini sudah memiliki daftar isi, terdapat tanda baca “titik dan koma, ada tulisan latin dan terjemahan dalam Bahasa Indonesia,” kata Rektor dan dicetak dengan kualitas yang bagus.

Dalam naskah Me’eraji lama masih terdapat beberapa kata, kalimat, dan arti didalamnya yang perlu disempurnakan. Kenapa harus penyempurnaan?

“Selama ini para pelantun menggunakan kitab yang tidak standar,” kata Prof  Eduart.  Salah satunya, banyak naskah foto kopi dan sudah buram.

Rektor menjelaskan bahwa penyempurnaan Kitab Hikayat Meeraji Nabi Muhammad SAW dilakukan sejak 2022 Februari silam.

Proses penyempurnaan kitab Hikayat Meeraji Nabi Muhammad SAW memakan waktu sekitar dua tahun. Dimulai dari penyatuan naskah Meeraji dari berbagai wilayah adat Gorontalo.

Kemudian melaksanakan focus group discussion (FGD) diikuti oleh beberapa pelantun sebagai wakil wilayah adat di Kabupaten dan Kota Gorontalo. Setelah itu melakukan pengetikan ulang, penyuntingan sampai pada proses penterjemahan dan penelaahan hingga percetakan.

Menurut Prof  Eduart, penyempurnaan Me’eraji bukan diusung untuk mereduksi kitab lama dan digantikan dengan yang baru.

Namun “dengan tujuan memunculkan segala elemen yang ada dalam kitab Me’eraji di masing-masing wilayah adat sehingga menjadi sesuatu yang padu,” kata Rektor.

Melestarikan Tradisi Gorontalo

Dalam upaya ini, UNG turut memastikan masa depan untuk terus melestarikan tradisi di Gorontalo agar tetap memiliki dukungan penuh dalam menjamin eksistensinya.

Rektor menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Al-Habib Muhammad Effendi Al-Eydrus yang selama lebih dari tujuh hari non stop bersama tim editor untuk memberi masukan dan penelaahan secara kritis hingga penyempurnaan kitab.

Rektor juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada tim editor yang terdiri dari Funco Tanipu, Mansur Martam alumni Al Azhar Mesir, Abdurrahman Dosen IAIN Sultan Amai, yang juga merupakan alumni Al Azhar Mesir, Abdul Wahab Thomas Dosen UNG, dan Kiky Rifky Sofyanto Hanapi yang saat ini bekerja sebagai dosen IAIN Sultan Amai.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada para pelantun yang terlibat sejak awal yaitu, Usman Piola, Rionaldi Do’e, Pespianto Bobihu, Irfan A. Pako, dan Ridwan Kadir Kono.

Kitab Me’eraji disusun oleh Syekh Ali bin Abubakar Al Hasani yang dikenal dengan nama Bapu Ju Panggola sekitar 200 atau 300 tahun silam.

Exit mobile version