Darilaut – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan dampak kesehatan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Pengiriman tim medis ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
Tim medis FK UNG dilepas secara resmi oleh pimpinan universitas dan selanjutnya akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan darurat di lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak langsung banjir. Kehadiran tim ini diharapkan mampu memperkuat upaya penanganan kesehatan masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan fasilitas dan tenaga medis di daerah bencana.
Tim yang diterjunkan terdiri dari tenaga kesehatan lintas profesi, meliputi dokter, bidan, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, serta mahasiswa dokter muda. Tim ini diketuai oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Tanggap Bencana UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Dengan pengalaman serta kompetensi dalam penanganan kegawatdaruratan dan respons bencana, tim medis FK UNG siap memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, serta gangguan kesehatan lainnya. Kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia menjadi perhatian utama, mengingat tingginya risiko kesehatan yang mereka hadapi di tengah kondisi darurat. Keterbatasan sanitasi dan akses air bersih di lokasi pengungsian juga menjadi tantangan besar dalam fase tanggap darurat.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Eduart Wolok menegaskan bahwa pengiriman tim medis FK UNG merupakan wujud nyata peran dan tanggung jawab sosial universitas dalam membantu masyarakat saat bencana terjadi. Menurutnya, UNG tidak hanya berkontribusi melalui pendidikan dan riset, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Penugasan tim medis FK UNG ke Aceh adalah bentuk kepedulian dan komitmen UNG untuk hadir di garis depan penanganan bencana,” ujar Eduart.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UNG menjelaskan bahwa selama masa penugasan, tim medis akan memfokuskan kegiatan pada pelayanan kesehatan darurat, skrining penyakit, serta penanganan kelompok rentan. Selain itu, tim juga akan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di lokasi pengungsian guna mencegah meningkatnya penyakit menular pascabencana. Edukasi tersebut mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.
Selain pelayanan medis, tim FK UNG juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan kesehatan korban banjir dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan kesehatan masyarakat terdampak banjir di Aceh.
Pengiriman tim medis ini menegaskan peran Fakultas Kedokteran UNG sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap isu kebencanaan nasional serta mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana dan pemulihan kesehatan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif FK UNG, layanan kesehatan bagi korban banjir diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi dalam mempercepat pemulihan kondisi kesehatan masyarakat terdampak.
