Darilaut – Ribuan rumah warga terendam banjir di tiga kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.
Di Kalimantan Tengah, sebanyak 8.355 rumah warga terdampak banjir. Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat, Seruyan dan Katingan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat adanya pengungsian ke tempat yang lebih aman di Kabupaten Katingan. Banjir di Katingan berdampak pada 9.640 KK atau 13.781 jiwa.
BPBD masih terus melakukan pemutakhiran data terdampak dan mereka yang masih mengungsi. Data sementara warga yang masih mengungsi di dua titik berjumlah 23 KK atau 66 jiwa.
Catatan kerugian material yang terdampak akibatkan banjir ini, mencakup rumah warga 7.561 unit, sekolah 47, rumah ibadah 42, kantor 25, fasilitas kesehatan 16 dan posko PPKM 13.
Pemerintah daerah Kabupaten Katingan Banjir telah mengeluarkan status tanggap darurat bencana banjir.
Pengungsian juga sempat terjadi akibat banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat. Data BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat Senin (30/8), mencatat warga yang sempat mengungsi mandiri ke rumah kerabat maupun kantor kecamatan telah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Sebagian warga pun menyiasati banjir dengan membuat panggung tambahan di dalam rumah untuk bertahan.
Warga terdampak di kabupaten ini tercatat 783 KK atau 1.023 jiwa, sedangkan infrastruktur terdampak antara lain rumah 697 unit, fasilitas pendidikan 4, fasilitas ibadah 3 dan jembatan 1.
Merespons penanganan darurat, Bupati Kotawaringin Barat telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 23 Agustus sampai dengan 5 September 2021 melalui SK Bupati Nomor 360/17/BPBD.IV.2/VIII/2021.
Sementara itu, dua kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Seruyan dilaporkan mulai surut. Kedua kecamatan ini adalah Kecamatan Danau Seluluk dan Hanau. Data Senin (30/8), tidak ada warga yang mengungsi. Warga Desa Durian Tunggal, Kecamatan Seruyan Tengah, yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Di Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Sigi melaporkan warga masyarakat bergotong royong untuk membersihkan material lumpur di sekitar tempat tinggal maupun yang masuk di dalam rumah mereka. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sigi melakukan pembersihan gelondongan-gelondongan kayu yang terbawa banjir maupun material lain.
Dinas PU mengerahkan alat berat berupa eskavator untuk pembersihan maupun perbaikan darurat. Dinas PU provinsi telah menambah satu unit alat berat ke lokasi bencana.
Pihak-pihak yang membantu penanganan darurat antara lain, TNI, Polri, Tagana, serta organisasi non-pemerintah. BPBD setempat menyampaikan PMI, RAPI, Aksi Cepat Tanggap (ACT), KSB Dolo Selatan, Relawan Pecinta Alam dan KNPI Sigi.
Kebutuhan yang masih diperlukan saat penanganan daurat saat ini yaitu air mineral dan alat berat. Alat berat diperlukan untuk mengangkut dan membersihkan sampah kayu dan material yang terbawa banjir.
Banjir yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi ini terjadi pada Minggu (29/8), pukul 18.45 WIB. Hujan menyebabkan debit air Sungai Rogo meluap, sedangkan tanggul jebol yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang di kawasan hilir.
Bencana ini berdampak pada rumah warga 80 unit dan jembatan rusak 2 unit. BPBD melaporkan kejadian ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka.
TNI Angkatan Laut Palu, mengutip Tnial.mil.id, membantu kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana alam banjir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.
Pangkalan TNI Angkatan Laut Palu menyuplai air bersih yang dimuat oleh satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Palu Kolonel Marinir Marthin Luther Ginting mengatakan warga yang kesulitan air bersih dapat memanfaatkan air bersih yang disuplai oleh Pangkalan TNI AL Palu, untuk kebutuhan konsumtif, mandi dan sebagainya.
Satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter disiapkan untuk menyuplai air bersih ke warga di Desa Rogo, sedangkan untuk logistik Lanal Palu memberikan bantuan sekitar 50 Karung beras ukuran 5 Liter, Mie instan 50 Dos dan Air Mineral 50 Dos untuk warga yang terdampak.
Selain air bersih, Pangkalan TNI Angkatan Laut Palu juga menurunkan puluhan anggota untuk membantu warga dan pemerintah Desa Rogo, demi percepatan pemulihan penyintas.
