Ribuan Warga Halmahera Utara Terdampak Banjir

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Rabu (7/1). FOTO: BPBD Kabupaten Halmahera Barat/BNPB

Darilaut- Ribuan warga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Rabu (7/1). Banjir juga menerjang Kabupaten Halmahera Barat.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat korban meninggal dunia 1 jiwa dan bencana berdampak pada 1.286 KK atau 5.333 jiwa.

Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka secara mandiri mengungsi sementara waktu di rumah warga dan los pasar desa.

Sehari sebelumnya, BPBD setempat melaporkan adanya pengungsian 71 kepala keluarga (KK) atau 282 jiwa dari Desa Tegowa. Petugas otoritas bencana daerah masih melakukan pendataan dampak sampai dengan saat ini.

Lokasi terdampak tersebar pada 22 desa di 5 kecamatan. Kelima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Loloda Utara, Galela Utara, Galela Selatan, Galela dan Kao Barat.

Sementara itu data sementara dampak material mencakup 1.216 unit rumah terendam, 20 unt rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang dan 2 lainnya rusak ringan. Fasilitas umum terdampak sebanyak 11 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas jembatan yang terputus di jalan poros kabupaten antara Desa Posi Posi dan Desa Tate. Dampak lain yaitu akses jembatan Kali Aru Desa Dodowo bagian oprit terputus.

Longsoran juga terjadi di tepian jalan menuju Loloda Utara yang menutup badan jalan. Sedangkan akses laut ke wilayah itu tidak dapat dilewati karena terkendala cuaca buruk.

Akses lain yang terganggu yaitu di sepanjang jalur Loloda Utara karena debit air yang meluap sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

BPBD masih terus memutakhirkan data dampak di lapangan.

Menyikapi bencana di wilayah, BPBD bersama unsur terkait telah melakukan upaya tanggap darurat. Di samping itu, Bupati Halmahera Utara telah menetapkan status kedarurat dengan dikeluarkannya Keputusan Bupati Halmahera Utara Nomor: 300.2/16/HU/2026 tentang Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir , Tanah Longsor , Angin Puting Beliung dan Cuaca Ekstrem, selama 14, terhitung sejak 7 Januari sampai dengan 20 Januari 2026.

Pemerintah daerah juga telah mengaktifkan pos komando untuk efektivitas dan optimalisasi penanganan dengan pelibatan sumber daya di daerah.

Bencana ini terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan banjir dan longsor. BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mendukung penanganan darurat.

Halmahera Barat

Banjir yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat mengakibatkan dua orang meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.

BNPB mencatat sebanyak 726 kepala keluarga atau 3.444 jiwa terdampak langsung banjir bandang ini. Banjir menyebabkan sekitar 1.500 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Korban banjir menumpang di rumah warga yang tidak terdampak, sekolah, serta balai desa.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (7/1) dini hari pukul 04.00 WIT. Hujan deras yang berlangsung dalam waktu cukup lama menyebabkan meluapnya aliran air dan menggenangi permukiman warga serta memutus akses jalan di sejumlah wilayah.

Aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan dampak signifikan bagi kehidupan sosial serta ekonomi warga setempat.

Wilayah terdampak banjir meliputi lima kecamatan dengan sembilan desa, yaitu Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio).

Exit mobile version