Fasilitasi Kapal Riset, menurut Nugroho, terbuka untuk kalangan perguruan tinggi. Saat ini, terdapat lebih dari 80 fakultas ilmu kelautan dan ilmu kebumian di Indonesia, sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk memanfaatkan armada kapal riset.
Dengan kegiatan ini, diharapkan riset dan inovasi kelautan dapat menghasilkan publikasi secara nasional dan internasional.
“Indonesia sampai saat ini belum menyerahkan Global Ocean Science Report. Mari kita gunakan Hari Layar ini untuk mengumpulkan data dan informasi yang dapat kita sampaikan kepada The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC-UNESCO), untuk mendukung United Nation Decade of Ocean Science for Sustainable development,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi, Hotmatua Daulay, mengatakan, tujuan dari pendanaan Fasilitasi Hari Layar ini untuk akuisisi data dan spesimen koleksi kelautan menggunakan kapal riset BRIN.
Program ini dapat menghasilkan temuan ilmiah signifikan dalam mengungkap keanekaragaman hayati dan non-hayati dalam skala makro, mikro, dan molekuler dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Seperti melakukan riset pesisir, lautan, dan samudera oleh para periset dan mitranya dalam bidang pemetaan dan geosains kelautan, oseanografi dan sains atmosfer, biologi laut dan perikanan.





Komentar tentang post