Dalam penelitian ini, albumin ikan Hulu’u diformulasikan menjadi spray gel dengan tiga kadar berbeda: 10%, 15%, dan 30%.
Agar gel stabil dan layak digunakan pada kulit, formulasi dilengkapi bahan pendukung seperti propylene glycol, HPMC (hydroxypropyl methylcellulose) sebagai pengental/pembentuk gel, serta DMDM hydantoin sebagai pengawet.
HulDerma Spray harus membuktikan dua hal sekaligus,, pertama, stabil secara fisik (tidak “rusak” selama penyimpanan/ perubahan suhu). Kedua, efektif mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes.
Selanjutnya, peneliti melakukan uji stabilitas yang tidak mudah berubah dan tetap siap dipakai. Spray gel diuji dengan menggunakan metode freeze–thaw cycles (perubahan suhu dingin–panas berulang) untuk menilai kestabilan.
Hasilnya memberi sinyal kuat formulasi ini tetap konsisten untuk pemakaian topikal.
• Perubahan viskositas hanya sekitar ±1,77 hingga ±2,07
• Perubahan pH hanya sekitar ±0,17 hingga ±0,36
Angka-angka ini menunjukkan bahwa gel tidak “rewel” terhadap kondisi ekstrem—sebuah syarat penting jika suatu formulasi ingin berkembang menjadi kandidat produk nyata.
Uji Luka Diabetes
Bagian paling menentukan dari penelitian ini adalah uji in vivo pada tikus putih jantan Wistar. Kondisi diabetes dibuat menggunakan induksi streptozotocin (STZ) melalui injeksi intraperitoneal, lalu luka dibuat dan diamati selama 7 hari.




