Darilaut – Jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa di lepas pantai Sarangani, Filipina, berkekuatan magnitudo 7,8 skala Richter pada 8 Juni sebanyak 97.702 unit dan infrastruktur 1.065. Korban meninggal dunia 81 orang.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) pada Senin (29/6) mengatakan kerusakan infrastruktur dilaporkan di Wilayah 9 (Semenanjung Zamboanga), 11 (Wilayah Davao), 12 (Soccsksargen), dan Wilayah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM).
Infrastruktur yang rusak akibat gempa berjumlah 1.065. Hingga saat ini, total rumah yang rusak mencapai 97.702, di mana 75.098 diklasifikasikan sebagai “rusak sebagian” dan 17.604 sebagai “rusak total”.
NDRRMC mengatakan rumah-rumah yang rusak ini tercatat di Wilayah 9, 11, 12, dan BARMM.
Sementara itu, jumlah korban tewas tetap 81, dengan sembilan terverifikasi dan semuanya di Wilayah 11, dengan korban luka sebanyak 1.316 dan hilang sebanyak 31.
Kerugian akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Maasim, Sarangani, dan provinsi-provinsi sekitarnya kini telah mencapai PHP1.466.859.440.
Angka tersebut naik dari PHP1.356.034.440 yang dilaporkan pada 19 Juni lalu.
Jumlah keluarga yang terdampak mencapai 391.088 keluarga yang setara dengan 1.677.256 orang yang tinggal di 627 desa di Wilayah 9, 11, 12, dan BARMM.
