Para ilmuwan telah menggunakan satelit altimetri untuk melacak ketinggian lautan dengan sangat presisi sejak tahun 1993. Catatan data yang tidak terputus tersebut berlanjut hingga saat ini dengan satelit Sentinel-6.
Radar altimeter canggih yang terpasang pada satelit-satelit ini menyurvei jutaan mil persegi lautan dalam satu hari, melengkapi armada sensor laut dan pelampung NOAA yang melayang dan menyelam melalui air di bawahnya.
Air laut yang lebih hangat dari biasanya merupakan salah satu indikator El Niño yang paling dikenal.
Menurut Willis, suhu permukaan laut di Pasifik bagian timur saat ini sudah sekitar 3 derajat Fahrenheit (1,7 derajat Celcius) lebih hangat daripada rata-rata jangka panjang, dan angka ini bisa meningkat lagi dalam beberapa bulan mendatang.
Satelit yang dilengkapi dengan radiometer gelombang mikro dan inframerah mampu menembus serta menjangkau area di sekitar awan untuk mengukur energi panas di permukaan laut. Pada tahun 2026, satelit memetakan zona air yang lebih hangat dari biasanya seiring dengan meluasnya zona tersebut sepanjang musim semi.
Zona ini—yang terlihat berwarna merah tua—membentang hingga jutaan mil persegi, mulai dari tengah Samudra Pasifik hingga ke pesisir Amerika Selatan. Suhu laut dapat memengaruhi pola cuaca di seluruh dunia. Udara di atas permukaan laut membawa panas dan kelembapan ke atmosfer, yang kemudian memicu badai hujan dan mengubah pola cuaca secara global.




