Seperti jalan raya bawah air, jalur ini memindahkan panas dari barat ke timur melintasi Pasifik. Air hangat memanaskan udara tepat di atasnya sehingga membuatnya naik. Perubahan tekanan udara melemahkan atau bahkan membalikkan arah angin pasat yang biasanya bertiup ke arah berlawanan, dari Amerika menuju Asia, menyebabkan permukaan air laut di Pasifik bagian timur semakin meningkat, dan perairan menjadi semakin panas. Reaksi berantai ini menandakan dimulainya El Niño.
Peta animasi menunjukkan bahwa pada awal April, gelombang Kelvin tersebut telah mencapai Pasifik bagian timur, dan suhu permukaan laut mulai menghangat. Volume air hangat meningkat, menaikkan permukaan air laut di beberapa daerah sebanyak 1 hingga 1,3 kaki (30 hingga 40 sentimeter).
Air yang lebih tinggi dari biasanya terlihat mengalir menuju Amerika Selatan kemudian bergerak ke pantai menuju California. Permukaan laut yang enam hingga delapan inci (15 hingga 20 sentimeter) lebih rendah dari biasanya terlihat di sekitar Indonesia dan Australia bagian utara.
Ilmuwan proyek untuk misi permukaan laut di Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan, Josh Willis, mengatakan gelombang Kelvin seperti detak jantung El Niño.
“Dan satelit permukaan laut memungkinkan kita mengintip ke dalam lautan dan mengamati setiap detaknya,” ujar Willis seperti dikutip dari Science.nasa.gov.




