Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat untuk membangun sinergi pengabdian lintas kampus yang lebih terkoordinasi dan tidak tumpang tindih.
Ketua SDGs Center UNG, Raghel Yunginger, menjelaskan bahwa skenario yang tengah disusun dirancang agar program pengabdian dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Program kolaboratif ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memiliki indikator capaian yang jelas dan memberikan dampak nyata melalui hilirisasi hasil riset perguruan tinggi,” ujarnya.
Advisor Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Gorontalo, Boby Rantow Payu, menekankan pentingnya kemitraan multipihak sebagai jembatan untuk menghadirkan riset yang benar-benar berdampak. Melalui pendekatan kolaboratif ini mampu menghindari pelaksanaan program yang parsial dan tidak terintegrasi.
Dukungan juga datang dari unsur pemerintah daerah, khususnya bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) dari Bappeda Provinsi, Bappelitbangda Kabupaten Gorontalo, dan Bapperida Kota Gorontalo. Mereka mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah awal terbentuknya kolaborasi terpadu antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut didukung oleh GIZ sebagai mitra pembangunan internasional yang bekerja sama dengan SDGs Center UNG.



