Darilaut – Pariwisata sering disorot karena perannya dalam pembangunan ekonomi. Sektor ini mempekerjakan satu dari sepuluh orang di Bumi dan menyediakan mata pencaharian bagi ratusan juta orang lainnya.
Mari kita manfaatkan kekuatan pariwisata sebagai penggerak transformasi positif, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day) yang diperingati tanggal 27 September setiap tahunnya.
Sektor pariwisata bukan hanya sekadar investasi yang berorientasi profit.
Pariwisata lebih dari itu. Pariwisata merupakan katalis bagi kemajuan sosial, menyediakan pendidikan, lapangan kerja, dan menciptakan peluang baru bagi semua.
UN Tourism atau PBB Pariwisata menekankan “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”, menggarisbawahi pentingnya mengarahkan sumber daya menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), peta jalan PBB 2030 untuk dunia yang lebih baik.
Investasi pariwisata yang terarah dapat menciptakan lapangan kerja terampil dan mendukung bisnis lokal. Selain itu, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memberdayakan masyarakat dan merayakan budaya mereka.
Saatnya untuk inovasi. Sektor ini menuntut lebih dari sekadar pertumbuhan.
Untuk membuka manfaat ini, pendekatan yang terencana dan inklusif sangat penting, yang menempatkan keberlanjutan, ketahanan, dan kesetaraan sosial sebagai inti dari pengembangan dan pengambilan keputusan pariwisata.
Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi terpenting di dunia.
Hari Pariwisata Sedunia 2025, dengan tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”, menyoroti potensi transformatif pariwisata sebagai agen perubahan positif.
Poin-poin penting yang perlu dipertimbangkan untuk dunia yang lebih berkelanjutan:
• Tata kelola yang efektif dan perencanaan yang berpusat pada manusia: Investasi dalam pendidikan dan keterampilan, terutama bagi kaum muda, perempuan, dan masyarakat yang berisiko terpinggirkan, sangatlah penting.
• Inovasi dan kewirausahaan yang bertanggung jawab: Digitalisasi dan model bisnis yang inovatif menghadirkan peluang yang sangat besar. Dengan demikian, mendukung UMKM dan perusahaan rintisan dapat berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan inklusif dan diversifikasi ekonomi berkelanjutan.
• Prioritaskan investasi berkelanjutan: Ini mencakup manfaat jangka panjang bagi masyarakat, pembangunan ketahanan, dan aksi iklim. Pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab merupakan elemen inti lainnya.
Para pemangku kepentingan pariwisata harus berupaya mengurangi emisi, melestarikan keanekaragaman hayati, dan berinvestasi dalam infrastruktur yang tangguh untuk melindungi sumber daya alam dan ekosistem kita serta memastikan ketersediaan sumber daya untuk generasi mendatang.
Tahukah Anda?
• Negara-negara dengan sektor pariwisata yang lebih terbuka dan berkelanjutan cenderung lebih damai.
• Pada tahun 2024, sektor ini menyumbang 10% dari PDB global dan mendukung 1 dari 10 lapangan pekerjaan.
• Pemuda berusia 15 hingga 24 tahun mewakili 15,5% dari tenaga kerja pariwisata global, melampaui rata-rata ekonomi secara keseluruhan, sementara perempuan menyumbang 40% dari lapangan kerja langsung di sektor ini.
Pariwisata untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Organisasi Pariwisata Dunia (WTO) PBB arau UNWTO mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan mudah diakses untuk semua.
Untuk tujuan ini, WTO telah menciptakan Platform SDG, yang menawarkan informasi, contoh dan inisiatif, perangkat, pelatihan, dan ide tentang cara berkontribusi pada sektor pariwisata yang lebih baik, baik Anda sebuah perusahaan, pemerintah, wisatawan, pakar, maupun organisasi internasional.
WTO
Organisasi Pariwisata Dunia (WTO) adalah badan internasional PBB terkemuka di bidang pariwisata.
Misinya untuk mempromosikan pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan inklusif, dan keberlanjutan lingkungan, serta menawarkan kepemimpinan dan dukungan kepada sektor ini dalam memajukan pengetahuan dan kebijakan pariwisata di seluruh dunia.
