Sektor Perikanan dan Kelautan Bisa Menjadi Penyelamat di Masa Pandemi Covid-19

Ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria mengatakan, sektor perikanan dan kelautan dapat menjadi penyelamat di saat pandemi Covid-19. Hal ini disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker dalam Indonesia Maritime Talk Series 5, Sabtu (9/5).

Menurut Rektor, kita semua harus meyakinkan diri dan berusaha semaksimal mungkin untuk sentra perikanan dan kelautan yang bisa menjadi penyelamat dari pandemik yang mewabah saat ini. Kita harus memastikan komunitas pemukiman nelayan dan kapal-kapal nelayan menjadi wilayah yang steril.

Jika nelayan terjangkit, akan memiliki dampak yang signifikan pada produksi perikanan dan suplai pangan.

Dilansir Ipb.go.id, Arif mengatakan, kita harus melakukan lompatan dalam teknologi riset. Block chain harus dimanfaatkan betul saat ini sehingga informasi akan simetris.

Selanjutnya, menurut Arif, dari sisi spasial, kita harus memulai merambah ke laut dalam dan laut Internasional. Kita memerlukan regulasi yang kondusif dan kemampuan riset yang unggul, sehingga dapat disegani dunia dan memiliki posisi yang bagus.

“Sekali lagi riset adalah hulu yang paling penting. Dengan teknologi 4.0, riset ini dapat menghasilkan lompatan-lompatan yang tidak kita bayangkan sebelumnya,” ujar Rektor seperti dikutip dari Ipb.go.id.

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Prof Indra Jaya, mengatakan, pentingnya peran pemerintah dalam mendanai dan memfasilitasi riset inovasi di bidang perikanan dan kelautan.

Menurut Indra, melalui riset, inovasi dan eksplorasi, kita akan mendapatkan pengetahuan baru tentang kehidupan di bawah air. Untuk perikanan budidaya, sudah ada beberapa inovasi yang dihasilkan, seperti pemberi makan otomatis, pencacah benih, pembersih limbah pada dasar tambak.

Pada bidang kelautan, sudah ada instrumen untuk memantau kondisi laut, wireless coastal network buoy, juga alat-alat ukur dengan system mobile.

Selain inovasi dan teknologi, hasil perikanan dan kelautan juga sudah banyak dimanfaatkan untuk produk kecantikan dan kesehatan.

Menurut dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University, Prof Dr Sri Purwaningsih, produk-produk dari teknologi hasil perikanan dapat memberi manfaat di bidang kecantikan dan kesehatan. Ada krim procollagen dan anti-aging alami dari laut.

Pada era milenial, menurut Sri Purwaningsih, kita mengharapkan hal-hal yang tidak berharga dari nelayan bisa diangkat sehingga menghasilkan hasil yang bagus. Produk lain yang dikembangkan juga SR-Grac (beras alami dari laut) yang dapat mencegah diabetes.

Selanjutnya ada kapsul anti kanker dari keong laut. Penelitian lain dari mikroalga (Porphyridium cruentum) yang ternyata efektif untuk menurunkan gula darah.

Penelitian terhadap spirulina ternyata dapat menghambat pertumbuhan plasmodium (anti-malaria) dan menghambat sel MCF7 (kanker payudara). Untuk peningkatan kekebalan tubuh ada minyak ikan (omega 3). Yang paling bagus adalah dari ikan pelagis dibanding ikan laut dalam dan air tawar.

Ada minyak ikan yang dibuat dari limbah. Kemudian ada kolagen, gelatin dan hidrolisat kuda laut untuk kosmetik sumber pangan dan farmasi. Yang baru-baru ini dikembangkan adalah garam yang terbuat dari rumput laut bagus untuk yang bertekanan darah tinggi.

Acara yang digelar Himpunan Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan (Haitek) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (Himiteka), FPIK IPB University ini juga menghadirkan Kepala Balai Riset Observasi Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr I Nyoman Radiarta. Selain itu, Syarif Budiman, MSc dari LAPAN, dan Abu Hanafiah sebagai pengusaha sukses di bidang perikanan.*

Exit mobile version