Darilaut – Setiap hari, puluhan ribu kapal besar melintasi lautan dunia, mengangkut biji-bijian, pakaian, elektronik, mobil, dan produk lainnya yang tak terhitung jumlahnya.
Hampir 90 persen kargo global dipindahkan dengan cara ini. Tetapi industri vital ini datang dengan biaya tambahan: pengiriman internasional bertanggung jawab atas tiga persen emisi gas rumah kaca global, yang memanaskan planet ini.
Industri perkapalan sekarang berada di garis depan tampilan kerja sama internasional yang unik. Pergeseran tersebut menandakan bahwa bahkan sektor transportasi terbesar di dunia pun dapat diarahkan ke akuntabilitas iklim.
Selama bertahun-tahun, emisi kapal menjadi topik yang kompleks dan sering ditunda dalam diskusi iklim internasional. Akan tetapi hal itu berubah pada April 2025 ketika Organisasi Maritim Internasional (IMO), badan PBB yang mengawasi peraturan pelayaran global, menyetujui rencana bersejarah untuk membuat industri menjadi nol bersih sekitar pertengahan abad.
“Ini menunjukkan bahwa multilateralisme dan Perserikatan Bangsa-Bangsa masih relevan dan penting di masa-masa khusus ini,” kata Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, seperti dikutip dari UN News.
Dominguez merefleksikan negosiasi yang tegang dan seringkali emosional pada sesi ke-83 Komite Perlindungan Lingkungan Laut, menyebut persetujuan itu sebagai komitmen oleh IMO dan sektor pelayaran untuk memerangi perubahan iklim.




