“Data hasil pengukuran dari sensor harus dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan terkait mitigasi bencana pencemaran. Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan akses atas informasi pencemaran yang terkait dengan wilayah kehidupannya,” kata Goib.
Menurut Goib, teknologi mikroelektronika mempunyai peranan penting dalam mengatasi persoalan lingkungan melalui sensor-sensor solid-state yang diimplementasikan dalam sistem pemantauan pencemaran secara online.
Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan sensor lingkungan yang berbasis pada teknologi Thin-Film, Thick-Film, dan teknologi Micromachining/MEMs harus terus dilakukan di tengah banyaknya impor di pasar dalam negeri.
Goib mengatakan, dalam situasi keterbatasan infrastruktur fabrikasi sensor di tanah air saat ini, maka teknik-teknik yang bersifat tarif rendah (low-cost) harus menjadi pilihan utama. Seperti sol gel untuk sintesa nanomaterial, teknologi thick-film untuk sensor kualitas air, dan teknologi thin-film serta MEMs untuk sensor kualitas udara.
“Selain itu teknologi micromachining/MEMs berbahan silikon masih berpotensi besar di masa mendatang, untuk itu perlu penguasaan teknologi pengolahan bahan baku silikon agar alat yang dihasilkan memiliki nilai tambah secara ekonomi,” katanya.





Komentar tentang post