Darilaut – Polusi plastik berdampak pada setiap ekosistem dan setiap orang di planet ini. Diperkirakan setiap orang di planet ini mengonsumsi lebih dari 50.000 partikel plastik per tahun – dan lebih banyak lagi jika terhirup.
Menurut Un.org, plastik sekali pakai yang dibuang atau dibakar membahayakan kesehatan manusia dan keanekaragaman hayati. Selain itu, plastik tersebut mencemari setiap ekosistem dari puncak gunung hingga dasar laut.
Dengan ilmu pengetahuan dan solusi yang tersedia untuk mengatasi masalah ini, pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya harus meningkatkan dan mempercepat tindakan untuk menyelesaikan krisis ini.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun ini dengan tema mengakhiri polusi plastik. Kampanye #BeatPlasticPollution dipimpin UNEP untuk memobilisasi masyarakat di seluruh dunia guna menerapkan dan mengadvokasi solusi.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia menyoroti bukti ilmiah yang berkembang tentang dampak polusi plastik dan mendorong momentum untuk menolak, mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memikirkan kembali penggunaan plastik untuk membangun masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
biaya sosial dan lingkungan tahunan dari polusi plastik berkisar antara US$300 miliar dan US$600 miliar.
Sementara Mikroplastik — partikel plastik kecil dengan diameter hingga 5 mm — di lautan sekarang jumlahnya lebih banyak daripada bintang di galaksi kita.
Secara global, menurut PBB, diperkirakan 11 juta ton limbah plastik bocor ke ekosistem perairan setiap tahun.
Lebih dari 800 spesies laut dan pesisir terpengaruh oleh polusi ini melalui konsumsi, keterikatan, dan bahaya lainnya.
Setiap tahun di seluruh dunia, lebih dari 400 juta ton plastik diproduksi, setengahnya dirancang untuk digunakan sekali saja. Dari jumlah tersebut, kurang dari 10 persen didaur ulang.
