Darilaut – Siklon Tropis Hayley (08U), dengan intensitas kategori 3, sedang mendekati pendaratan di pesisir Kimberley, Australia Barat, pada Selasa (30/12).
Hayley kemungkinan akan melewati dekat Cape Leveque malam ini, kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia, dalam buletin informasi yang dikeluarkan Selasa (30/12).
Setelah mendarat Hayley akan melemah. Namun, menurut BOM, badai ini masih dapat menghasilkan angin yang sangat merusak di komunitas pesisir saat mendekati pantai.
Siklon Tropis Parah Hayley akan membawa angin kencang dan hujan lebat ke sebagian wilayah pesisir barat laut Kimberley di utara Broome, hari ini.
BOM mengeluarkan zona peringatan di utara Broome hingga Teluk Kuri, termasuk Semenanjung Dampier dan Derby.
Angin kencang di dekat pusat mencapai 140 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 195 kilometer per jam, kata BOM.
Selasa siang siklon tropis ini berjerak 150 kilometer barat Cape Leveque dan 185 kilometer utara barat laut Broome.
Sistem ini bergerak ke timur tenggara dengan kecepatan 15 kilometer per jam.
Bahaya yang dibawa topan ini berupa embusan angin yang sangat merusak hingga 170 km per jam yang dapat terjadi di sekitar Semenanjung Dampier bagian utara termasuk Beagle Bay dan Cape Leveque mulai sore atau malam hari.
Embusan angin yang merusak hingga 150 km per jam mungkin terjadi di sekitar Semenanjung Dampier bagian utara, dari Beagle Bay hingga Cape Leveque, sore atau malam ini, dan dapat meluas hingga Pulau Cockatoo semalaman atau Rabu pagi (31/12).
Hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir bandang mungkin terjadi di dekat jalur badai, kata BOM.
Menurut Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Hayley memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga 31 Desember 2025 pukul 07.00 WIB terhadap perairan wilayah di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Timur, serta angin kencang di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan selatan DI Yogyakarta hingga Jawa Timur, perairan selatan Pulau Bali hingga Pulau Timor, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta hingga NTT, selatan Bali – Lombok – Alas bagian selatan dan Laut Sawu.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC) mengatakan Ini adalah sistem yang berbahaya.
Risiko yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang, tanah longsor, dan banjir bandang, kata JTWC.
Hayley terletak 198 km di utara-barat laut Broome, Australia, dan telah bergerak ke timur-tenggara dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 8,2 meter (27 kaki), kata JTWC. Hayley diperkirakan akan terus bergerak ke timur.
