Dampak tersebutberupa hujan sedang – lebat di Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hidia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Gelombang kategori tinggi(1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, kata BMKG.
Narelle telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 11,6 meter (38 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Sistem ini, menurut JTWC, berada pada atau mendekati intensitas puncaknya, dengan hanya sekitar 6 jam hingga interaksi daratan dan pendinginan suhu permukaan laut akan memulai fase pelemahan yang cepat.
Pelemahan lebih lanjut akan didorong oleh peningkatan geser angin barat selama 24 jam ke depan. Transisi subtropis diperkirakan akan dimulai sekitar 36 jam lagi dan selesai dalam 2 hari saat sistem bergerak ke tenggara Perth, kata JTWC.




