Darilaut – Penyakit gondok atau struma masih menjadi masalah kesehatan di Provinsi Gorontalo. Peneliti dari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan sebagian besar pasien berasal dari wilayah non pesisir, yaitu sekitar 81,6 persen. Hanya sebagian kecil pasien tinggal di wilayah pesisir.
Para peneliti masing-masing Putra Purnama Hairama, Febi Iswandi Suarno, Sri Manovita Pateda, Nanang Roswita Paramata, dan Helen Nazaruddin.
Menurut peneliti wilayah pesisir umumnya memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber makanan laut yang kaya yodium. Sebaliknya, masyarakat di daerah pegunungan atau non-pesisir lebih berisiko mengalami kekurangan yodium karena keterbatasan sumber pangan yang mengandung mineral tersebut.
Selain faktor geografis, kebiasaan konsumsi masyarakat juga turut memengaruhi risiko terjadinya struma (pembesaran kelenjar tiroid karena gangguan sintesis hormon tiroid). Beberapa survei menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga yang menggunakan garam tanpa kandungan yodium.
Padahal, penggunaan garam beryodium merupakan salah satu strategi utama yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah gangguan akibat kekurangan yodium.
Dalam sebuah penelitian terhadap penggunaan garam rumah tangga, ditemukan bahwa sekitar 64,4 persen rumah tangga masih menggunakan garam yang tidak berlabel yodium. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kelenjar tiroid.




