Darilaut – Siklon Tropis (Tropical Cyclone) Narelle setara badai kategori 5 mulai menghantam utara Queensland, Australia, Jumat (20/3) pagi ini.
Embusan angin yang sangat merusak dengan kecepatan lebih dari 250 km per jam dapat terjadi di dekat pusat Narelle saat melintasi pantai Semenanjung Cape York pagi ini.
Sistem ini bergerak di Laut Koral (Sea Coral) ke arah barat “dengan kecepatan 19 kilometer per jam,” kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology, BoM) Australia, dalam buletin informasi yang dikeluarkan Jumat pukul 01.00 waktu setempat.
Biro Meteorologi memperkirakan Narelle akan bergerak melintasi Semenanjung Cape York sebagai siklon tropis selama hari Jumat sambil melemah.
Narelle kemudian akan terus bergerak ke barat melintasi Teluk Carpentaria, dan diperkirakan akan menguat kembali menjadi siklon tropis parah sebelum berdampak pada wilayah timur Northern Territory mulai Sabtu malam, kata Biro Meteorologi.
Zona peringatan menurut Biro Meteorologi berada di Semenanjung Cape York antara Lockhart River dan Cape Flattery, dan antara Mapoon dan Pormpuraaw, termasuk Coen, Weipa, dan Aurukun.
Selain itu, angin kencang dan hujan lebat dapat menyebabkan banjir bandang dengan intensitas hujan lokal diperkirakan terjadi di area Semenanjung.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC) mengatakan bahaya yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang, serta tanah longsor dan banjir bandang.
Narelle telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 11,9 meter (39 kaki), kata JTWC.
Narelle diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat selama 3 hari ke depan.
Setelah pendaratan awal, kemunculan kembali di atas perairan terbuka diperkirakan dalam 12 hingga 24 jam di Teluk Carpentaria timur dengan pusat sirkulasi tingkat rendah yang relatif luas.
Saat sistem bergerak ke barat, pusat sirkulasi tingkat rendah yang luas akan perlahan mulai menyempit dan mengalami periode penguatan kembali menuju 150 km per jam (80 knot) dalam 2 hari.
Setelah 2 hari berikutnya, pendaratan kedua di sepanjang pantai timur Wilayah Utara (Northern Territory) diperkirakan akan terjadi. Selama periode ini, peluruhan bertahap diperkirakan terjadi karena dampak gesekan daratan tambahan dan geser angin di atas 30 km/jam (15 knot).
