Darilaut – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat jalinan kemitraan dengan dunia industri, khususnya sektor keuangan. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Gorontalo, Selasa (4/11), di Aula Prof. Kadir Abdussamad.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.E., M.Si., dan Branch Manager BSI KC Gorontalo, Ramdan Malik, serta disaksikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si.. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri keuangan, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis syariah.
Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi fakultas dalam memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga keuangan yang relevan dengan bidang keilmuan ekonomi dan bisnis. Ia menegaskan, kolaborasi dengan BSI menjadi wujud nyata komitmen FEB untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya teoretis, tetapi juga aplikatif.
“Kemitraan dengan BSI menjadi wujud nyata komitmen FEB UNG dalam mengembangkan kerja sama yang aplikatif dan bermanfaat, baik bagi dosen, mahasiswa, maupun pihak industri. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset, magang, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada praktik keuangan syariah,” ujar Raflin.
Lebih lanjut, Raflin menambahkan bahwa FEB UNG berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat sinergi lintas sektor guna menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri serta masyarakat. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan visi UNG sebagai kampus unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Branch Manager BSI KC Gorontalo, Ramdan Malik, menyambut baik terjalinnya kolaborasi dengan FEB UNG. Ia menilai kerja sama ini penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah yang kini semakin dibutuhkan oleh industri perbankan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendukung penguatan literasi keuangan syariah dan peningkatan kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja,” kata Ramdan.
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu yang menghadirkan Dr. Luqyan Tamaeni, Head of BSI Institute, sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi bertajuk “Ekonomi Islam dalam Lanskap Global: Isu Terkini, Arah Kebijakan, dan Strategi”, yang menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dan prospek ekonomi syariah di tingkat global.
